Mirna Tiara Sari
(2023)
Desain Dan Prosedur Pembuatan Kerangka Logam Gigi Tiruan Pada Kasus Torus Palatinus Besar Dengan Gigi Berdesakan.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
152010513042_RqT1pB-8C20znMJxnjmAATTfCTTvXU.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Kehilangan gigi atau edentulous meningkat di negara maju dan berkembang disebabkan oleh tingginya penyakit periodontal dan karies, sehingga memerlukan penggunaan gigi tiruan. Pasien yang akan memakai gigi tiruan terkadang memiliki faktor penyulitnya, seperti pada kasus torus palatinus dan gigi berdesakan. Kasus torus palatinus besar dengan gigi berdesakan lebih baik menggunakan gigi tiruan kerangka logam karena dapat dibuat ramping dan tidak menutupi torus palatinus yang besar, sehingga membuat pasien merasa nyaman dan tidak menyebabkan rasa sakit di dalam rongga mulutnya. Penulis melakukan proses pembuatan gigi tiruan kerangka logam pada kasus rahang atas kehilangan gigi 12, 21, dan 22 pada Kennedy kelas III modifikasi I dengan torus palatinus besar dan gigi berdesakan. Desain yang digunakan pada gigi tiruan kerangka logam dengan kasus torus palatinus besar pada gigi berdesakan adalah skeleton. Skeleton digunakan karena bentuk yang simpel dan ramping sehingga sangat cocok digunakan pada kasus ini. Hal yang terpenting dari gigi tiruan skeleton ini adalah tekanan yang diterima saat menerima beban kunyah akan diteruskan dari gigi asli ke tulang alveolaris. Prosedur pembuatan gigi tiruan kerangka logam ini dimulai dari penerimaan model kerja, survey blockout, mendesain pada model, pembuatan relief dan pangkon, pengerokan dam, pembuatan model refraktori, mengeringkan model, coating, wax-up dan spruing, investing, pembuangan malam, casting, devesting, sandblasting, finishing, kemudian electropolishing dan polishing.
Actions (login required)
 |
View Item |