Angka Kejadian Parasit Intestinal Pada Sampel Feses Siswa Sekolah Dasar Al-Islam Morowudi Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur Menggunakan Metode Flotasi

Lenna Hambali, - (2024) Angka Kejadian Parasit Intestinal Pada Sampel Feses Siswa Sekolah Dasar Al-Islam Morowudi Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur Menggunakan Metode Flotasi. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
33. 152110113025_LENNA HAMBALI - abstrak.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
33. 152110113025_LENNA HAMBALI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Infeksi parasit intestinal merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih terjadi di Indonesia. Infeksi parasit ini dapat disebabkan oleh cacing maupun protozoa intestinal. Infeksi parasit cacing intestinal dibedakan menjadi Soil Transmitted Helminth (STH) yaitu infeksi parasit yang ditularkan melalui tanah dan Non Soil Transmitted Helminth (Non STH) yaitu infeksi parasit cacing yang penularannya tidak melalui tanah. Parasit cacing intestinal yang tergolong STH antara lain Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Hookworm (Ancylostoma duodenale serta Necator americanus), dan Strongyloides stercoralis. Parasit cacing intestinal yang penularannya tidak melalui tanah adalah Enterobius vermicularis. Protozoa yang termasuk intestinal yakni Entamoeba histolityca, Entamoeba coli, Giardia lamblia, Balantidium coli, dan Blastocystis. Sanitasi lingkungan yang buruk dan perilaku kebersihan yang kurang dapat menyebabkan infeksi parasit intestinal. Infeksi parasit intestinal dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, sehingga dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian parasit intestinal pada siswa Sekolah Dasar Al-Islam Morowudi Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur menggunakan metode flotasi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pemeriksaan sampel feses secara makroskopis dan mikroskopis. Metode pemeriksaan sampel feses secara makroskopis antara lain warna, bentuk, jumlah, konsistensi, bau, ada atau tidaknya lendir dan darah, serta sisa makanan. Metode pemeriksaan secara mikroskopis yaitu menggunakan metode flotasi atau pengapungan dengan NaCl jenuh. Jumlah sampel yang dilakukan pemeriksaan dalam penelitian ini adalah 21 sampel feses siswa Sekolah Dasar Al-Islam Morowudi. Angka kejadian parasit intestinal golongan cacing dan protozoa pada sampel feses siswa Sekolah Dasar Al- Islam Morowudi yaitu sebesar 0%.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Uncontrolled Keywords: cacing intestinal, metode flotasi, parasit intestinal, protozoa intestinal
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Teknologi Laboratorium Medis
Creators:
CreatorsNIM
Lenna Hambali, -NIM152110113025
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRatna Wahyuni, --
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 05 Nov 2025 04:13
Last Modified: 05 Nov 2025 04:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139073
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item