Analisis Budaya Keselamatan Berdasarkan Karakteristik Individu Dan Level Manajemen Organisasi Pada Departemen Produksi PT X

Nadhirotul Aulia Rohmah, - (2023) Analisis Budaya Keselamatan Berdasarkan Karakteristik Individu Dan Level Manajemen Organisasi Pada Departemen Produksi PT X. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
35. 152011713039.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Budaya keselamatan adalah sekumpulan karakteristik dan sikap individu maupun organisasi yang menetapkan isu keselamatan sebagai prioritas utama. Tanpa budaya keselamatan pada diri pekerja, maka sebaik apapun sistem dirancang dan secanggih apapun alat pengaman tidak akan berfungsi karena hal yang mendasari manusia untuk berperilaku tidak diterapkan. Salah satu model untuk menilai budaya keselamatan adalah dengan model safety culture maturity yang memberikan output penilaian berupa parameter budaya keselamatan dalam 5 tingkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya keselamatan pada departemen produksi PT X sebagai perusahaan galangan kapal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pekerja organik departemen produksi PT X dengan total keseluruhan 51 orang. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner hearts and minds programme: understanding your HSE culture checklist. Hasil penelitian menunjukkan 72,5% pekerja berusia ≤40 tahun; 23,5% pekerja dari divisi hull dan mekanik; 58,8% pekerja memiliki masa kerja >5 tahun; dan 52,9% pekerja berpendidikan terakhir D3/D4/S1. Budaya keselamatan pada departemen produksi berada pada level proactive. Skor tertinggi dimiliki oleh elemen audit yaitu dengan rata-rata 3,45. Sedangkan skor terendah dimiliki oleh elemen review yaitu dengan rata-rata 2,96. Budaya keselamatan berdasarkan level manajemen organisasi didapati skor tertinggi dimiliki oleh middle management yaitu dengan rata-rata 3,69 berada pada level proactive. Sedangkan skor terendah dimiliki oleh first-line management yaitu dengan rata-rata 3,14 berada pada level proactive. Strategi yang dapat diberikan yaitu memperbaharui materi toolbox meeting dan papan informasi K3 yang disampaikan oleh setiap pekerja secara bergantian dengan tujuan membentuk rasa tanggung jawab pada diri pekerja.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: -
Uncontrolled Keywords: Budaya Keselamatan, Level Manajemen Organisasi,Karakteristik Individu, Departemen Produksi
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja
Creators:
CreatorsNIM
Nadhirotul Aulia Rohmah, -NIM152011713039
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorRatnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani, -NIDN0009069207
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 17 Nov 2025 07:23
Last Modified: 17 Nov 2025 07:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139177
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item