Baliska Allya Shalsabella, B (2023) Persentase Kejadian Suspect Bovine Ephemeral Fever (BEF) pada Sapi Perah di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa timur. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (428kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (295kB) |
|
|
Text
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (137kB) |
|
|
Text
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (201kB) | Request a copy |
|
|
Text
6. BAB 3 METODE PENGAMATAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (149kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (441kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (129kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (136kB) |
Abstract
Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau disebut dengan demam tiga hari merupakan penyakit yang menyerah sapi yang disebabkan oleh Ephemerovirus yang ditularkan melalui vektor arthropoda. Penyakit ini sering terjadi pada daerah tropis dan sub tropis. Penyakit ini secara umum tidak memberikan dampak ekonomis namun memberikan dampak secara klinik terhadap ternak seperti hilangnya nafsu makan dan minum, hipersalivasi, suhu tubuh tinggi, kekakuan otot hingga jika tidak ditangani dengan segera maka bisa berakibat ambruk pada ternak. Maka dari itu perlunya penanganan medis dengan cepat dan segera mungkin. Tujuan dilaksanakannya observasi tugas akhir ini adalah untuk mengetahui persentase kejadian selama periode 2022, gejala klinis, pengobatan, dan pencegahan penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) yang terjadi pada sapi perah di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Persentase terjadinya Bovine Ephemeral Fever (BEF) pada sapi perah di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur yaitu sebesar 17% dari populasi yang diambil selama kejadian suspect Bovine Ephemeral Fever (BEF) pada januari 2022 – Desember 2022. Beberapa faktor yang menyebabkan ternak tersebut demam dikarenakan sanitasi kandang yang kurang maksimal, curah hujan, populasi ternak dan keberadaan dari vektor pembawa penyakit tersebut. Gejala klinis yang terlihat pada ternak sapi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terserang suspect Bovine Ephemeral Fever (BEF) diantaranya demam, turunnya nafsu makan dan minum, hipersalivasi, kepincangan, hingga menyebabkan ambruk. Penanganan dan pengobatan suspect Bovine Ephemeral Fever (BEF) adalah diberikan beberapa kombinasi injeksi obat yaitu Sulpidon yang mengandung antipiretik, analgesic dan antipasmodik dengan pemberian 10ml/kg. Pemberian vitamin berupa biopros berguna untuk menambah energi. Kemudian dalam pencegahan yaitu dengan mengendalikan vektor arthropoda dan menerapkan kebersihan lingkungan kandang serta kebersihan dari ternak untuk mengurangi resiko penyebaran vektor tersebut.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sapi Perah, Demam Tiga Hari, Vektor | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | indah rachma cahyani | ||||||
| Date Deposited: | 08 Dec 2025 04:26 | ||||||
| Last Modified: | 08 Dec 2025 04:26 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139472 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


