Ayu Lutfiani Akhiroh, - (2024) Kejadian Infeksi Sarcoptes Scabiei Pada Kucing Di Klinik Hewan Raja Petshop Surabaya Dengan Deteksi Menggunakan Metode Skin Scraping. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (FULLTEXT)
152111213028_Ayu Lutfiani Akhiroh.pdf Restricted to Registered users only until 24 June 2024. Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kucing merupakan salah satu hewan yang sangat digemari untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pemilik kucing yaitu masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang cara merawat kucing, sehingga kucing peliharaanya masih sering terinfeksi oleh penyakit. Hewan peliharaan sangat rentan terhadap paparan agen virus dan parasit. Infeksi tungau adalah kasus ektoparasit pada hewan peliharaan yang mendominasi. Sarcoptes scabiei adalah salah satu ektoparasit yang menyerang kucing dan dapat menyebabkan scabiosis. Parasit ini menginfeksi kucing pada semua jenis ras, usia, baik jantan maupun betina. Penyakit pada kucing merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pemilik kucing, jika pemilik kucing abai maka dapat menyebabkan penurunan kesehatan, gangguan kesehatan, hingga yang paling fatal yaitu dapat menyebabkan kematian pada kucing. Infeksi Sarcoptes scabiei pada kucing merupakan penyakit yang dapat menular pada manusia atau disebut zoonosis. Pencegahan dan penanganan secara tepat perlu dilakukan agar tidak terjadi penularan kepada kucing lain maupun manusia. Tujuan dari dilaksanakannya observasi tugas akhir ini adalah untuk mengetahui jumlah kejadian infeksi Sarcoptes scabiei pada tahun 2023, cara mendeteksi dan cara penanganannya pada kucing di Klinik Hewan Raja Petshop Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah dengan cara observasi dan studi pustaka. Hasil observasi yang didapatkan yaitu jumlah kejadian infeksi Sarcoptes scabiei pada 2023 adalah sebanyak 26 kasus dengan kasus terbanyak terjadi di bulan Mei - Agustus, infeksi Sarcoptes scabiei dapat dideteksi dengan cara menggunakan mikroskop dengan metode pengambilan sampel secara skin scraping, penanganan yang dilakukan adalah dengan memberikan obat antiparasit dan antihistamin pada kucing. Berdasarkan data yang didapatkan selama observasi dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab infeksi Sarcoptes scabiei adalah dikarenakan oleh lingkungan yang kotor dan pemeliharaan yang kurang baik. Banyaknya kasus infeksi Sarcoptes scabiei pada bulan Mei – Agustus dapat dipengaruhi oleh musim pancaroba
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | - | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | kucing, Sarcoptes scabiei, parasit, skin scraping | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF811-909 Veterinary medicine of special organs, regions, and systems |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | shiefti dyah alyusi | ||||||
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 02:47 | ||||||
| Last Modified: | 10 Dec 2025 02:47 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139536 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


