Nisa’ur Rosyidah, - (2022) Gambaran Kadar Sgot Dan Sgpt Pada Pasien Dengan HBsAg Positif Di Rsud Haji Provinsi Jawa Timur Tahun 2021. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (ABSTRACT)
107.151910113007 ABSTRAK.pdf Download (39kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
107.151910113007.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Hepatitis merupakan penyakit peradangan sel hepar yang disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, toksin, gangguan metabolik, maupun kelainan autoimun. Hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyerang organ hepar yang dapat menjadi infeksi akut maupun kronik. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 diperkirakan terdapat 296 juta orang di dunia yang terinfeksi virus Hepatitis B dan menyebabkan kematian sebanyak 820.000 orang dengan 1,5 juta infeksi baru setiap tahunnya. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan hati biasanya berdasarkan kebocoran zat tertentu dari sel hati kedalam peredaran darah. Transaminase adalah suatu enzim yang diukur aktivitasnya untuk deteksi kerusakan hati. Dua enzim transaminase yang digunakan dalam deteksi penyakit hati adalah SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetate Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase). Kadar SGOT dan SGPT pada hepatitis B akut akan meningkat pada awal fase ikterik, kenaikan sampai sepuluh kali dari nilai normal, dan seratus kali dalam keadaan berat, sedangkan pada hepatitis kronik dapat ditemukan kadar SGOT dan SGPT yang normal atau sedikit meningkat. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar SGOT dan SGPT pada pasien dengan HBsAg positif di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan melibatkan analisa 117 data pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Kadar SGOT normal sebanyak 91 orang dan tinggi sebanyak 26 orang, sedangkan untuk kadar SGPT normal sebanyak 94 orang dan tinggi sebanyak 23 orang. Kesimpulan pada penelitian ini adalah sebagian besar pasien HBsAg positif memiliki kadar SGOT dan SGPT yang normal yaitu sebesar 77,78% dan 80,34%.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HBsAg, Hepatitis B, SGOT, SGPT. | ||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) > R5-920 Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA428-428.5 Public health laboratories, institutes, etc. |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D4 Teknologi Laboratorium Medik | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Dwi Prihastuti | ||||||
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 07:58 | ||||||
| Last Modified: | 16 Dec 2025 07:58 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139768 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


