Gambaran Tuberkulosis Pada Pasien Suspek Tb Paru Dengan Pemeriksaan Interferon Gamma Release Assay Di Laboratorium Klinik Diagnostik Kabupaten Situbondo Jawa Timur Tahun 2023

Adinda Putri Anggraeni, - (2024) Gambaran Tuberkulosis Pada Pasien Suspek Tb Paru Dengan Pemeriksaan Interferon Gamma Release Assay Di Laboratorium Klinik Diagnostik Kabupaten Situbondo Jawa Timur Tahun 2023. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
152110113059_Adinda Putri Anggraeni.pdf
Restricted to Registered users only until 2024.

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang dapat menyerang berbagai organ tubuh manusia, dengan gejala yang dapat dibagi menjadi gejala respiratorik dan sistemik. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia dan jenis kelamin. Pasien suspek TB Paru adalah individu yang menunjukkan gejala klinis atau tanda fisik yang mencurigakan adanya TB Paru. Pemeriksaan Interferon Gamma Release Assay (IGRA) digunakan sebagai metode skrining bagi pasien suspek TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tuberkulosis pada pasien suspek TB Paru yang menjalani pemeriksaan IGRA di Laboratorium Klinik Diagnostik Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada tahun 2023 berdasarkan usia, jenis kelamin, dan gejala klinisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel total sampling, yang mengambil data dari rekam medis di Laboratorium Klinik Diagnostik Kabupaten Situbondo. Dari penelusuran data rekam medis tersebut, ditemukan 68 sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% dari pasien yang dicurigai menderita TB Paru ternyata memiliki hasil negatif, sedangkan 25% lainnya menunjukkan hasil positif. Prevalensi TB Paru tertinggi ditemukan pada kelompok usia lansia (>60 tahun) (10,2%). Selain itu, sebagian besar pasien yang terdiagnosis positif adalah laki-laki (22,1%), dan mereka juga menunjukkan gejala respiratorik dalam persentase yang sama (22,1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa TB Paru lebih sering terjadi pada kelompok usia lansia, dan lebih banyak menyerang laki-laki. Gejala respiratorik yang dominan pada pasien positif TB Paru menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan rutin untuk mencegah penularan lebih lanjut. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi upaya pencegahan dan penanganan TB Paru, serta menekankan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dan akses terhadap pemeriksaan TB.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: -
Uncontrolled Keywords: Interferon Gamma Release Assay, Suspek TB Paru, Tuberkulosis
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Teknologi Laboratorium Medis
Creators:
CreatorsNIM
Adinda Putri Anggraeni, -NIM152110113059
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRatna Wahyuni, S.Si, M.Kes, Ph.DNIDN0023105905
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 19 Dec 2025 02:46
Last Modified: 19 Dec 2025 02:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139902
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item