Ketrin Lusiana Simanjuntak, K (2023) Deteksi Brucella Abortus dengan Metode Rose Bengal Test (RBT) pada Sapi Perah di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (610kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (140kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (116kB) |
|
|
Text
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (121kB) |
|
|
Text
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Download (858kB) |
|
|
Text
6. BAB 3 METODE PELAKSANAAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (250kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (965kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (114kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (123kB) |
Abstract
Sapi perah merupakan salah satu bangsa sapi yang memproduksi susu dalam jumlah yang besar dibandingkan dengan bangsa sapi lainnya. Pulau Jawa merupakan pusat sapi perah dengan jumlah populasi ternak mencapai kurang lebih 98% dari jumlah populasi nasional. Potensi ternak sapi yang berada di Kabupaten Blitar memiliki kurang lebih 170.000 ekor, hingga saat ini sedang dalam masalah yang cukup tinggi. Sebagian besar pendapatan masyarakat Kabupaten Blitar berasal dari sub sector peternakan. Potensi yang sangat besar ini juga menjadi salah satu masalah tersendiri yang akan diikuti dengan potensi adanya penyakit hewan. Pemerintah menetapkan salah satu persyaratan untuk dilakukan perdagangan lalulintas ternak yaitu dengan dikeluarkannya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas setempat melalui pengujian Rose Bengal Test (RBT). Brucellosis atau biasa disebut penyakit keluron menular adalah penyakit hewan menular karena penularannya sangat cepat melalui antar daerah serta lintas batas sehingga lalu lintas ternak harus dilakukan dengan sangat serius. Penyakit ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap peternak mulai dari produksi yang dapat menurun hingga kasus kematian yang terjadi pada ternak. Sehingga dengan adanya latar belakang ini maka tujuan dalam pengujian ini adalah bagaimana hasil pengujian brucellosis dengan menggunakan metode Rose Bengal Test. Hasil yang didapatkan pada pengujian Rose Bengal Test (RBT) yaitu ditemukan 5 sampel serum positif dengan presenstase 2% yaitu 5 sampel dari dari 200 sampel serum yang diperoleh. Hasil positif ditandai dengan terbentuknya aglutinasi halus yang terjadi pada dasar sumur/plate keramik dengan grade positif 1 (+). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat antibodi Brucella abortus pada serum darah sehingga terjadi reaksi antara antibodi yang berasal dari serum darah dan antigen yang berasal dari antigen Brucella abortus.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Brucellosis, Brucella abortus, Rose Bengal Test, Sapi perah | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | indah rachma cahyani | ||||||
| Date Deposited: | 27 Dec 2025 08:56 | ||||||
| Last Modified: | 27 Dec 2025 08:56 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140013 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


