Sah Aminata, S (2023) Studi Kasus Retensio Plasenta Pada Sapi Potong di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (74kB) |
|
|
Text
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (81kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (142kB) |
|
|
Text
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Download (330kB) |
|
|
Text
6. BAB 3 METODE PENGAMATAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (181kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (300kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (75kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (93kB) |
Abstract
Retensio plasenta adalah suatu kondisi plasenta yang tertahan karena vili kotiledon fetus masih bertaut dengan kripta karankula induk dan gagal melepaskan diri antara keduanya. Tujuan dari kegiatan adalah untuk mengetahui penanganan dan jumlah kasus retensio plasenta pada sapi potong di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember periode Februari 2023. Pada tanggal 1 Februari 2023, sapi salah satu peternak mengalami abortus pada umur kebuntingan 8 bulan, dimana 24 jam setelah abortus plasenta dari sapi ini tidak keluar sepenuhnya dan menggantung pada vulva sapi tersebut. Sapi kelihatan lethargic, bulu terlihat kusam dan nafsu makan menurun. Berdasarkan hasil anamnesa yang didapat dari pemilik ternak dan ditunjang dari hasil pemeriksaan fisik pada ternak tersebut yang menunjukkan adanya plasenta yang masih menggantung pada vulva induk dan belum keluar satu hari setelah sapi tersebut partus menunjukkan sapi tersebut mengalami retensio plasenta. Oleh karena itu dilakukan penanganan secara manual menggunakan tangan yang telah dibasuh antiseptic dengan cara dilakukan palpasi intra uteri kemudian melepaskan pertautan antara kotiledon dan karankula, setelah semua pertautan antara kotiledon dan karankula lepas, plasenta tersebut sudah dapat ditarik keluar. Setelah plasenta berhasil dikeluarkan, selanjutnya diberikan pengobatan antibiotik dua colibact bolus secara intra uteri dan juga dilakukan pemberian Proxyvet 7 ml, Sulprodon 5 ml, Vetadryl 3 ml, dan vitamin B komplek 10 ml. Sehari setelah dilakukan penanganan dilakukan pengecekan kembali terhadap sapi tersebut, dan sapi terlihat aktif nafsu makan kembali normal.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sapi, Retensio plasenta, Manual Removal, Antibiotik | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | indah rachma cahyani | ||||||
| Date Deposited: | 01 Jan 2026 07:34 | ||||||
| Last Modified: | 01 Jan 2026 07:34 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140039 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


