Daffa Rayhan Nursyahdi, -
(2026)
Hubungan Antara Stres Dan Emotional Eating Pada Dewasa Awal Serta Peran Kemampuan Regulasi Emosi Sebagai Variabel Moderator.
Repository Universitas Airlangga.
(Unpublished)
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Artikel Ilmiah)
HUBUNGAN ANTARA STRES DAN EMOTIONAL EATING PADA DEWASA AWAL SERTA PERAN KEMAMPUAN REGULASI EMOSI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR.pdf
Download (589kB)
|
Abstract
Masa dewasa awal merupakan periode transisi yang rentan terhadap stres akibat tuntutan akademik, pekerjaan, dan relasi interpersonal, yang berisiko memicu koping maladaptif seperti emotional eating. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan stres dan emotional eating serta peran regulasi emosi sebagai moderator pada 216 individu (20–39 tahun) di Indonesia. Pengumpulan data menggunakan metode survei dengan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), subskala emotional eating dari Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ), dan Emotion Regulation Skills Questionnaire (ERSQ). Hasil analisis menunjukkan stres tidak berhubungan signifikan dengan emotional eating pada sampel total (p=0,397) sehingga uji moderasi tidak dilakukan. Namun, analisis pada 101 responden dengan kecenderungan emotional eating sedang-tinggi menemukan hubungan positif yang signifikan (r=0,315, p<0,001). Meskipun demikian, regulasi emosi terbukti tidak mampu memoderasi hubungan tersebut (p=0,546). Dengan begitu, stres memicu perilaku makan hanya pada individu dengan kecenderungan emotional eating tinggi, tanpa adanya pengaruh protektif dari kemampuan regulasi emosi.
Actions (login required)
 |
View Item |