Audrey Fabian, -
(2026)
Hubungan Antara Hardiness dengan Resiliensi pada Atlet Wushu Senior yang Mengalami Cedera.
Repository Universitas Airlangga.
(Unpublished)
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah Hubungan Antara Hardiness dengan Resiliensi pada Atlet Wushu Senior yang Mengalami Cedera.pdf
Download (577kB)
|
Abstract
Dalam olahraga kompetitif, atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga ketahanan mental, terutama saat menghadapi cedera. Cedera dapat menjadi sumber stres yang memengaruhi kondisi psikologis atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara hardiness dengan resiliensi pada atlet wushu senior yang mengalami cedera. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 57 orang. Hardiness diukur menggunakan instrumen Dispositional Resilience Scale-15 (DRS-15), sedangkan resiliensi diukur menggunakan instrumen Brief Resilience Scale (BRS). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman menggunakan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara dimensi commitment (p = 0,014; r = 0,324) dan variabel hardiness secara keseluruhan (p = 0,042; r = 0,270) dengan resiliensi, meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah. Sementara itu, dimensi control dan challenge tidak menunjukkan hubungan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pada konteks atlet yang mengalami cedera, peran hardiness dalam menjelaskan resiliensi bersifat terbatas dan tidak konsisten sehingga faktor lain di luar hardiness kemungkinan lebih berperan dalam mendukung adaptasi psikologis atlet selama masa pemulihan cedera.
Actions (login required)
 |
View Item |