Evaluasi Penggunaan Antibiotik Amoksisilin pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Balen Bojonegoro dengan Metode ATC/DDD

FEBRIA ROSSA ALBA (2022) Evaluasi Penggunaan Antibiotik Amoksisilin pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Balen Bojonegoro dengan Metode ATC/DDD. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
051811133084_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (705kB)
[img] Text (BAB I)
051811133084_BAB I.pdf

Download (45kB)
[img] Text (FULLTEXT)
051811133084_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Infeksi oleh mikrobakteri menjadi ancaman kesehatan global dan penyebab morbiditas dan mortalitas. Antibiotik sebagai terapi penyakit infeksi oleh bakteri sehingga berkontribusi dalam membatasi morbiditas dan mortilitas. Saat ini, bakteri berkembang resisten dan muncul permintaan antibiotik baru. Amoksisilin merupakan antibiotik turunan penisilin yang banyak digunakan karena memiliki aktivitas spektrum luas. Di Indonesia, penggunaan amoksisilin di puskesmas rata-rata lebih dari 60%. Akibat penggunaan yang berlebihan muncul bakteri yang resisten terhadap amoksisilin, sehingga perlu dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik amoksisilin untuk menghindari antibiotik yang tidak efektif dan mengancam kesehatan masyarakat. Menggukan sistem klasifikasiATC/DDD yang rekomendasikan oleh WHO sebagai standar internasional untuk memantau dan meneliti penggunaan obat. Menggunakan metode observasional dan teknik total sampling. Data sampel diambil dari lembar resep amoksisilin dan buku registrasi periode Januari hingga Desember 2021. Data dilakukan analisis secara kuantitatif menggunakan sistem WHO yaitu klasifikasi ATC (J01CA04) dan DDD (1.5 g). Hasil penelitian berupa nilai DDD/1000 KPRJ/hari yang menunjukkan penggunaan antibiotik amoksisilin rata-rata harian. Hasil penggunaan amoksisilin pada bulan maret lebih tinggi (6.96 DDD/1000 KPRJ/hari) dibanding bulan lain. Penggunaan antibiotik amoksisilin pada periode Januari hingga Desember 2021 hasil disajikan dalam dosis harian (1.54, 5.88, 6.96, 2.62, 1.72, 3.27, 2.17, 2.00, 2.42, 3.08, 3.96, dan 5.48) menunjukkan angka lebih tinggi dibanding nilai DDD amoksisilin menurut ketentuan WHO yaitu 1,5 gram. Data peresepan pada periode Januari-Desember 2021 menunjukkan hasil fluktuatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FF 180 - 23 Feb e
Uncontrolled Keywords: amoxicillin, WHO, ATC, DDD, J01CA04
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Praktis
Creators:
CreatorsNIM
FEBRIA ROSSA ALBANIM051811133084
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorABDUL RAHEMNIDN196602052014091001
Thesis advisorLIZA PRISTIANTINIDN196211151988102002
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 06 May 2026 08:27
Last Modified: 06 May 2026 08:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140659
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item