Tafana Fadhillah Laili, - (2022) Pengaruh ß Blocker Terhadap Prognosis Gagal Jantung Dengan/Tanpa Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011811133024_HALAMAN JUDUL.pdf Download (373kB) |
|
|
Text (BAB I)
011811133024_BAB I.pdf Download (121kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011811133024_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
"Latar Belakang: Gagal jantung merupakan sindroma klinis oleh adanya kelainan struktural maupun fungsional jantung dengan salah satu gejala khasnya adalah sesak napas. Gagal jantung sering dijumpai berdampingan dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) yang merupakan penyakit dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara oleh karena kelainan saluran napas dan/atau alveolus. Rasio mortalitas pasien gagal jantung dengan PPOK mencapai angka tujuh kali lebih tinggi dibandingkan individu dengan penyakit tunggal. Pemberian ?-blocker umum diberikan dalam perawatan pasien gagal jantung, sedangkan pada gagal jantung dengan PPOK dikenal cukup menguntungkan untuk menurunkan mortalitas dan menurunkan eksaserbasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ?-blocker terhadap prognosis gagal jantung dengan/tanpa PPOK ditinjau dari BNP, NT-proBNP, dan FEV-1. Metode: Penelitian ini merupakan systematic review. Pencarian literatur melalui PubMed, Science Direct, dan ClinicalTrial.gov. Total artikel yang dipilih adalah 5 studi yang membandingkan efek carvedilol dan bisoprolol pada populasi intervensi. Sejumlah 3 studi melakukan intervensi pada populasi gagal jantung, 1 studi melakukan intervensi pada populasi gagal jantung dengan PPOK, dan 1 studi melakukan intervensi pada populasi gagal jantung dengan/tanpa PPOK. Hasil: Keseluruhan artikel yang ditelaah dalam systematic review ini merupakan studi Randomized Controlled Trials (RCT). Studi komparasi seluruh penelitian memaparkan penurunan kadar BNP dan NT-proBNP pada seluruh populasi gagal jantung dengan/tanpa PPOK lebih signifikan oleh pemberian carvedilol namun berisiko menurunkan nilai FEV-1 pada gagal jantung dengan PPOK. Pada pemberian bisoprolol tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap perbaikan BNP atau NT-proBNP namun mampu meningkatkan hasil FEV-1 pada total populasi. Kesimpulan: Pemberian ?-blocker pada gagal jantung dengan/tanpa PPOK dapat dijadikan pertimbangan sebagai terapi pilihan disesuaikan dengan selektivitas kinerja golongan obat dalam blokade reseptor serta perlu dilakukan titrasi dosis untuk mengetahui efek dosis minimum hingga toleransi maksimum. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D.122-22 TAF p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Gagal Jantung, PPOK, NT-proBNP, FEV-1 | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 07 May 2026 02:04 | |||||||||
| Last Modified: | 07 May 2026 02:04 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140694 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


