Antonio Ayrton dos A. P. Widiastara, - (2022) Perbedaan Perkembangan Dan Pengaruh Abate Dengan Konsentrasi Rendah Terhadap Larva Aedes Aegypti Di Beberapa Sumber Air. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011811133272_HALAMAN JUDUL.pdf Download (597kB) |
|
|
Text (BAB I)
011811133272_BAB I.pdf Download (202kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011811133272_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
"Aedes aegypti menularkan virus dengue penyebab Infeksi Virus Dengue. Penyakit ini ditemukan tertinggi di Asia dan menempati urutan pertama setiap tahun, termasuk Surabaya, Indonesia. Faktor penyebab tingginya angka kasus IVD adalah keberadaan tempat perkembangbiakan larva Ae. aegypti. Sumber air yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan lingkungan sekitar merupakan media yang penting bagi kehidupan larva Ae. aegypti. Penelitian terbaru ini bertujuan untuk mendeteksi keberlangsungan hidup larva Ae. aegypti di berbagai sumber air di Surabaya dan efek membunuh temefos. Studi observasional analitik dan eksperimental dilakukan pada bulan Agustus-September 2021. Dua puluh larva Ae. aegypti instar III dimasukkan ke dalam masing-masing gelas beker 100 ml yang berisi sumber air yang berbeda, seperti air hujan, sumur, mineral, air mandi baru dan bekas, dan air sabun antiseptik 0.5 ppm. Pemeriksaan pH sumber air dilakukan pada hari 0, 1 dan 7. Jamur pada sumber air juga diperiksa. Dua kelompok ditetapkan dengan dan tanpa temefos, dengan konsentrasi temefos akhir 0.00001 ppm. Larva Ae. aegypti yang hidup, pupa, nyamuk diamati setiap 24 jam selama 7 hari tanpa diberi makan. Larva yang hidup masih ditemukan di dalam semua media air dengan dan tanpa temefos. Larva yang hidup ditemukan lebih banyak di dalam air sabun tanpa temefos, terutama pada hari ke-2 hingga hari ke-6, dibandingkan dengan sumber air lain baik tanpa maupun dengan temefos. Larva yang mati sebaliknya banyak ditemukan di dalam air mineral dengan temefos. Beberapa larva berubah menjadi pupa dimulai pada hari 1. Pupa dan nyamuk banyak ditemukan di air hujan dengan temefos. Larva Ae. aegypti bertahan lebih baik di dalam air sabun baik tanpa atau dengan temefos. Rerata pH adalah 6.5 – 7.4, dan tidak ada jamur yang terdeteksi. Temefos efektif untuk membunuh larva Ae. aegypti di dalam air mineral, dan dapat menginduksi larva berubah menjadi pupa dan nyamuk dengan cepat pada konsentrasi rendah. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 127-22 Ant p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ae. Aegypti, larva, sumber air, Surabaya | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 08 May 2026 02:53 | |||||||||
| Last Modified: | 08 May 2026 02:53 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140727 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


