Akurasi Metode Cervical Vertebrae Maturation Stage (CVM) Dengan Metode Usia Gigi Demirjian Terhadap Pertumbuhan Panjang Mandibula di RSGM UNAIR Surabaya (Cross Sectional Study)

Alfira Putriana Dewi, - (2021) Akurasi Metode Cervical Vertebrae Maturation Stage (CVM) Dengan Metode Usia Gigi Demirjian Terhadap Pertumbuhan Panjang Mandibula di RSGM UNAIR Surabaya (Cross Sectional Study). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
021811133004_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
021811133004_BAB I.pdf

Download (162kB)
[img] Text (FULLTEXT)
021811133004_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Masalah gigi yang paling umum dengan prevalensi tinggi adalah maloklusi. Memahami pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial pasien sangat penting dalam diagnosis, perencanaan perawatan, dan keberhasilan perawatan. Maloklusi perlu ditangani secara dini. Salah satu jenis maloklusi paling umum di klinik adalah crowding. Tulang kraniofasial yang relevan dengan perawatan crowding adalah mandibula, yang didefinisikan sebagai panjang mandibula. Ketika perawatan direncanakan, dokter menemukan kesulitan untuk menentukan usia biologis, terutama tanpa alat diagnostik yang mendukung. Indikator faktor biologis dapat dilihat dari maturasi tulang yang dinilai dengan CVM dan menganalisis maturasi gigi dengan metode demirjian. Namun, penelitian terbatas tersedia mengenai keakuratan metode ini sebagai alat diagnostik. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis keakurasian antara metode CVM dengan metode Demirjian terhadap pertumbuhan panjang mandibula. Metode: Jenis penelitian dengan desain cross sectional. Sampel penelitian menggunakan 50 foto sefalometri lateral dan panoramik dari anak-anak usia 8–16 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis tingkat maturitas vertebra servikalis dan gigi, serta mengukur panjang mandibula pada foto. Uji statistik yang digunakan adalah uji perbedaan wilcoxon dan uji korelasi. Hasil: Pada hasil uji perbedaan wilcoxon, dilihat asymptotic significance memiliki nilai p 0.116 > 0.05. Pada hasil uji korelasi, hubungan metode CVM dengan panjang mandibula satuan tahun memiliki koefisien korelasi tertinggi sebesar 0.693. Kesimpulan: Metode CVM lebih akurat dibandingkan dengan metode demirjian dalam menentukan pertumbuhan panjang mandibula.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FKG.69-22 Alf
Uncontrolled Keywords: Maloklusi; Usia biologis; CVM; Metode demirjian; Pertumbuhan panjang mandibula.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
Alfira Putriana Dewi, -NIM021811133004
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSENO PRADOPO, -NIDN0016075204
Thesis advisorSindy Cornelia Nelwan, -NIDN-
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 12 May 2026 02:05
Last Modified: 12 May 2026 02:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140868
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item