ESTER CHATELINE SUSANTO (2022) PROFIL PASIEN PENUAAN KULIT YANG DILAKUKAN TERAPI PEELING KIMIAWI DI UNIT RAWAT JALAN KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN RSUD Dr. SOETOMO SURABAYAPERIODE JANUARI – DESEMBER 2019. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011911133032_HALAMAN JUDUL.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133032_BAB I.pdf Download (48kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011911133032_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Penuaan kulit merupakan proses degeneratif yang melibatkan penurunan struktur dan fungsi sel kulit akibat faktor intrinsik dan ekstrinsik. Setiap pasien memiliki manifestasi klinis yang berbeda, yang diklasifikasikan berdasar photoaging Glogau. Peeling kimiawi merupakan salah satu modalitas terapi penuaan kulit melalui prosedur ablasi lapisan kulit menggunakan agen kimiawi, sehingga memicu terjadinya regenerasi kulit. Tujuan penelitian deskriptif observasional ini untuk mengetahui profil pasien penuaan kulit yang dilakukan terapi peeling kimiawi di Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Januari - Desember 2019. Data penelitian berasal dari rekam medis pasien yang diambil secara total sampling. Penelitian ini melibatkan 37 pasien penuaan kulit baru. Kelompok usia terbanyak yaitu 46-55 tahun (35,1%), semua pasien (100%) adalah perempuan, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta (32,4%). Hasil anamnesis meliputi keluhan utama terbanyak yaitu kulit kusam (94,6%), faktor risiko terbanyak yaitu paparan matahari (97,3%), dan riwayat pengobatan terbanyak yaitu penggunaan tabir surya (81,1%). Pada pemeriksaan fisik, perubahan pigmen ditemukan pada semua pasien. Sebagian besar pasien terdiagnosis photoaging Glogau II dan Glogau III, masing-masing sebanyak 15 pasien (40,5%). Tahapan terapi peeling kimiawi meliputi priming, prosedur peeling, dan post-peeling. Distribusi priming terbanyak adalah tabir surya SPF 30 (97,3%), pembersih wajah (94,6%), dan asam glikolat 8% (75,7%). Tindakan peeling paling banyak menggunakan asam glikolat 20% (62,2%). Pada post-peeling, sebagian besar (86,5%) pasien menerima tabir surya SPF 30. Kebanyakan pasien (43,2%) tidak melakukan kunjungan ulang. Distribusi hasil perbaikan terapi pasien terbanyak adalah photoaging Glogau II (57,1%) pada pasien yang berkunjung ulang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 37 - 23 Est p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | skin aging, photoaging, ultraviolet radiation, chemical peeling | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RL Dermatology | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 18 May 2026 01:47 | |||||||||
| Last Modified: | 18 May 2026 01:47 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140997 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


