VIKA DIAJENG RIZKI MAULIDA (2022) AKTIVITAS ANTIVIRUS HEPATITIS C DAN SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL HERBA Ruta angustifolia L KOMBINASI DENGAN HERBA Phyllanthus niruri L, RIMPANG Curcuma domestica DAN OBAT SIMEPREVIR SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
051811133049_HALAMAN JUDUL.pdf Download (365kB) |
|
|
Text (BAB I)
051811133049_BAB I.pdf Download (65kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
051811133049_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Hepatitis C merupakan suatu penyakit yang berpengaruh pada kesehatan masyarakat di dunia. Indonesia juga termasuk negara yang terdampak penyakit hepatitis C. Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk virus hepatitis C (Depkes RI, 2013). Pasien meninggal akibat penyakit hepatitis C sebanyak 350.000 setiap tahun dan sekitar 80% dari kasus yang sudah akut akan mengalami perkembangan menjadi infeksi yang kronis serta 20% akan mengalami perkembangan menjadi sirosis (Morozov et al.,2018). Terapi yang masih digunakan saat ini untuk infeksi virus hepatitis C kronis adalah kombinasi pegilasi interferon alfa (pegIFN-?) dan ribavirin serta simeprevir. Kemudian ditemukan terapi pengobatan terbaru untuk infeksi virus hepatitis C yakni kombinasi obat golongan Direct Acting Antiviral Agents (DAAs) yang terdiri dari tiga senyawa obat (Manns et al., 2007). Pengobatan dengan kombinasi tersebut memiliki manfaat yang terbatas sebab selama pengobatan dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan efek samping, resistensi, dan membutuhkan biaya yang relatif tinggi (Ashfaq et al., 2011; Javed et al., 2011). Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mendapatkan obat-obat hepatitis C baru yang potensial. Tanaman merupakan salah satu sumber untuk terapi hepatitis C. Penelitian ini, digunakan tanaman herba Ruta angustifolia (ruta), rimpang Curcuma Domestica (kunyit), dan herba Phyllanthus niruri (meniran). Di Indonesia, tanaman ini digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk mengobati penyakit liver. Bersadarkan pada penelitian yang sudah dilakukan, ekstrak etanol 96% herba R.angustifolia, herba P.niruri, dan rimpang C.domestica menunjukkan aktivitas yang potensial sebagai antivirus hepatitis C dengan IC50 berturut-turut sebesar 3,0 ± 1,4 µg/mL, sebesar 6,0 ± 0.6 µg/mL, sebesar 5,0 ± 0,54 µg/mL, terhadap virus JFH1a yang mekanisme penghambatannya pada tahap entry untuk meniran dan kunyit sedangkan ruta pada tahap post-entry(Wahyuni et al., 2019). Berdasarkan uji sitotoksisitas diketahui bahwa ekstrak etanol 96% herba R.angustifolia, herba P.niruri, dan rimpang C.domestica tidak bersifat sitotoksik. Penggunaan herbal diberikan dalam kombinasi untuk menjaga keseimbangan dan kombinasi tersebut diharapkan dapat bekerja saling menunjang satu sama lain (Vickers,1999). Maka pada penelitian ini akan dilakukan pengujian aktivitas antivirus hepatitis C dari kombinasi ekstrak etanol herba Ruta angustifolia yang dikombinasikan dengan C. domestica dan P.niruri. Melalui penelitian sebelumnya dapat diketahui bahwa beberapa ekstrak dari bahan alam mampu memberikan peningkatan terhadap aktivitas antihepatitis C dari obat antivirus (Wahyuni et al,2019; Permanasari et al,2021). Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini juga dilakukan pengujian aktifitas antivirus hepatitis C dari kombinasi ekstrak etanol herba Ruta angustifolia dan rimpang C. domestica dengan simeprevir serta ekstrak etanol herba Ruta angustifolia dan herba P.niruri dengan simeprevir. Kombinasi tersebut diharapkan mampu memberikan efek sinergis yang dapat dilihat berdasarkan nilai Combination Index (CI). Efek sinergis didapatkan apabila nilai CI<1, antagonis (CI>1) dan aditif (CI=1). Hasil uji aktifitas kombinasi ekstrak etanol herba Ruta angustifolia L (ruta) yang dikombinasikan dengan ekstrak etanol herba Phyllanthus niruri L (meniran), kombinasi tersebut dapat menurunkan IC50 dari R.angustifolia yang mulanya 3,30 ± 0,14 (????????/????????) (tunggal) menjadi 2,15 ± 0,24 (????????/????????) (dalam kombinasi). Selain kombinasi tersebut, dilakukan juga kombinasi antara ekstrak etanol herba R.angustifolia yang dikombinasikan dengan ekstrak etanol rimpang Curcuma domestica (kunyit), kombinasi tersebut dapat menurunkan IC50 dari R. angustifolia yang mulanya 3,30 ± 0,14 (????????/????????) (tunggal) menjadi 1,74 ± 0,17 (????????/????????) (dalam kombinasi). Pada penelitian ini juga didapatkan hasil uji aktivitas ekstrak etanol herba R.angustifolia dan herba P.niruri yang dikombinasikan dengan obat simeprevir, kombinasi tersebut dapat menurunkan IC50 dari Simeprevir yang mulanya 34,49 ± 0,37 (nM) (tunggal) menjadi 9,95 ± 0,16 nM(dalam kombinasi). Selain kombinasi tersebut, juga dilakukan kombinasi ekstrak etanol herba R. angustifolia dan rimpang C.domestica yang dikombinasikan dengan obat simeprevir seperti yang ditunjukkan pada tabel V.18 kombinasi tersebut dapat menurunkan IC50 dari simeprevir yang mulanya 34,49 ± 0,37 (nM) (tunggal) menjadi 7,82 ± 0,44 nM (dalam kombinasi). Penentuan untuk mengetahui efek yang terjadi dari kombinasi dilakukan dengan mencari indeks kombinasi (CI) menggunakan aplikasi Compusyn. Berdasarkan hasil yang diperoleh kombinasi meniran dan ruta diketahui memiliki nilai CI 1.261 (>1) berarti antagonis. Kombinasi R. angustifolia dan C.domestica, R. angustifolia dan C.domestica dengan simeprevir serta R. angustifolia dan P.niruri dengan simeprevir, ketiga kombinasi tersebut menghasilkan nilai CI (<1) berturut-turut 0.887, 0.940 dan 0.998 yang berarti sinergis. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menggunakan reagen MTT. Konsentrasi sampel yang digunakan dalam uji sitotoksisitas kombinasi sama dengan yang digunakan dalam uji aktivitas kombinasi. Hasil dari uji sitoksisitas diperoleh berupa data persen viabilitas dari bahan tunggal dan kombinasi.Hasil penelitian, untuk ekstrak etanol herba R. angustifolia, herba P. niruri, C.domestica dan simeprevir tunggal memiliki persen viabilitas antara 60%-70% pada konsenstrasi uji tertinggi dan antara 70%-85% pada konsentrasi uji terendah. Kemudian untuk kombinasi ekstrak R. angustifolia dan P. niruri serta R. angustifolia dan C.domestica memiliki persen viabilitas berkisar di angka 70% pada konsenstrasi uji kombinasi tertinggi dan berkisar di angka 90% pada konsentrasi uji kombinasi terendah. Diketahui terdapat peningkatan terhadap jumlah % viabilitas apabila diilakukan uji dengan kombinasi ekstrak dan ekstrak sehingga pengujian dilanjutkan dengan dicoba dikombinasikan menggunakan obat simeprevir. Kombinasi pada ekstrak etanol herba R. angustifolia dan herba P. niruri dengan simeprevir serta R. angustifolia dan C.domestica dengan simeprevir memiliki persen viabilitas berkisar di angka 70% pada konsenstrasi uji kombinasi tertinggi dan berkisar di angka 90-100% pada konsentrasi uji kombinasi terendah. Berdasarkan % viabilitas yang diperoleh baik untuk uji tunggal maupun kombinasi >60% yang berarti nilai % sitoksisitas <50% sehingga menunjukkan bahwa sampel tunggal dan kombinasi tersebut tidak bersifat sitotoksik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 194 - 23 VIK a | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | R. angustifolia, C.domestica, P.niruri, combination therapy. | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine |
||||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > Ilmu Kefarmasian | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 18 May 2026 06:33 | ||||||
| Last Modified: | 18 May 2026 06:34 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141034 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


