MARTIANA CANDRA DEWI (2022) Uji Toksisistas Subkronis Ekstrak Etanol 70% Daun Inggu (Ruta angustifolia) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Betina. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
051811133189_HALAMAN JUDUL.pdf Download (181kB) |
|
|
Text (BAB I)
051811133189_BAB I.pdf Download (37kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
051811133189_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Ruta angustifolia telah banyak dilaporkan sebagai pengobatan tradisional di berbagai dunia termasuk di Indonesia. Tanaman ini digunakan untuk diare, antihelmintik, batuk, sakit tenggorokan, penyembuhan luka, analgesik, dan gangguan menstruasi (Pollio et al., 2008). Di Indonesia dilaporkan sebagai obat pada gangguan liver dan jaundice/penyakit kuning (Wahyuni et al., 2014). Penelitian telah menunjukkan aktivitasnya sebagai anti-HCV (Wahyuni et al., 2014) Menurut Kemenkes RI (2012), obat tradisional yang dapat diberikan izin edar harus memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan berkhasiat. Menurut BPOM (2019), keamanan obat herbal terstandar dibuktikan dengan uji praklinik, sedangkan untuk fitofarmaka, keamanannya dibuktikan dengan uji praklinik dan uji klinik. Menurut BPOM RI (2014), uji toksisitas nonklinik secara in vivo digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengembangan obat tradisional. Uji toksisitas subkronis diperlukan untuk mendapatkan informasi efek toksik yang tidak dideteksi oleh uji toksisitas akut, seperti efek toksik setelah pemaparan zat uji secara berulang dalam jangka waktu tertentu, No Observed Adverse Effect Level (NOAEL). Selain itu untuk mengetahui efek tertunda atau reversibilitas zat tersebut (BPOM RI, 2014). Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas subkronis ekstrak etanol 70% daun R. angustifolia terhadap lima parameter uji, perilaku dan gejala toksisitas, hematologi (eritrosit, hemoglobin, leukosit, %neutrofil, %basophil, %limfosit, %monosit, %eosinophil, dan trombosit), biokimia klinis (bilirubin, kreatinin, glukosa, BUN, SGOT, SGPT), berat organ relatif (ginjal, hati, paru-paru, limpa, jantung, usus, lambung, dan ovarium), dan histopatologi. Kelompok uji yang digunakan ada lima Kelompok, yang terdiri dari tiga Kelompok dosis (50 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB), kelompok kontrol negatif, dan satelit dosis 1000mg/kgBB. Pengujian dilakukan selama 28 hari. Untuk kelompok satelit dosis 1000mg/kgBB dilakukan tambahan waktu pengamatan dua minggu (tanpa pemberian sediaan uji). Analisis statistika yang digunakan untuk menganalisis berat badan yaitu uji Two-way Anova dan Unpaired t test. Analisis untuk berat organ relatif, hematologi, dan biokimia klinia yaitu One-way Anova dengan post hoc Tukey. Analisis untuk histopatologi yaitu uji Kruskall-Wallis dengan post hoc Dunn. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak dosis 50 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB pada parameter berat badan, perilaku, dan berat organ relatif tidak ada perbedaan bermakna dengan kontrol negatif. Pada parameter hematologi dan biokimia klinis terdapat parameter yang berbeda bermakna pada kelompok uji, yaitu %basofil, bilirubin total, dan SGOT, namun semua dalam jumlah yang normal. Pengamatan histopatologi organ ginjal, hati, dan paru-paru pada dosis 50mg/kgBB dan 500mg/kgBB serta limpa pada dosis 50mg/kgBB, 500mg/kgBB, dan 1000mg/kgBB tidak ditemukan perbedaan bermakna dengan kontrol negatif. Pada dosis 1000mg/kgBB terdapat perbedaan bermakna dengan kontrol negatif pada organ ginjal (lesi endotel dan tubulus interstisial), hati (lesi portal vein), dan paru-paru (penebalan septum). Semua parameter pengujian, berat badan, berat organ relatif, hematologi, biokimia klinis, dan histopatologi, tidak terdapat perbedaan bermakna kelompok dosis 1000mg/kgBB dan kelompok satelit dosis 1000mg/kgBB. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna saat dan setelah pemberian ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan tidak ada efek toksisitas subkronis R. angustifolia pada dosis 50mg/kgBB dan 500mg/kgBB, namun pada dosis 1000 mg/kgBB menimbulkan efek toksisistas subkronis pada histopatologi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 195 - 23 Mar u | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | toxicity, Ruta angustifolia, hematology, clinical chemistry, histopathology | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine |
|||||||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > Ilmu Kefarmasian | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 19 May 2026 01:34 | |||||||||
| Last Modified: | 19 May 2026 01:34 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141083 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


