KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM PERSPECTIVE KEDOKTERAN GIGI: Disampaikan pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga di Surabaya pada Hari Rabu, Tanggal 30 Desember 2020

Titiek Berniyanti, - (2020) KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM PERSPECTIVE KEDOKTERAN GIGI: Disampaikan pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga di Surabaya pada Hari Rabu, Tanggal 30 Desember 2020. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)

[img] Text (PIDATO GURU BESAR)
79. 02.59 Prof. Dr.Titiek Berniyanti_arsip.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://library@lib.unair.ac.id

Abstract

Bidang Kedokteran Gigi adalah profesi yang didedikasikan untuk mempromosikan dan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan rongga mulut. Untuk mencapai tujuan ini, dokter gigi menggunakan berbagai bahan dan peralatan. Material yang digunakan termasuk logam berat (B3) sampai limbah biomedis yang berpotensi membahayakan manusia maupun lingkungan. Berdasarkan pernyataan WHO, sebanyak 24% penyakit global disebabkan oleh paparan lingkungan yang dapat dihindari. Intervensi yang tepat sasaran dapat mencegah sebagian besar risiko lingkungan ini. WHO lebih lanjut memperkirakan bahwa lebih dari 33% penyakit yang diderita anak di bawah usia 5 tahun disebabkan oleh paparan lingkungan. Mencegah risiko lingkungan dapat menyelamatkan sebanyak 4 juta nyawa setiap tahun pada anak-anak saja, di negara berkembang. Limbah berbahaya seperti penggunaan logam dalam bidang kedokteran gigi diketahui memiliki efek merugikan pada manusia. Dari penelitian yang saya lakukan tentang biomarker. Teknisi gigi yang bekerja lebih dari 2 tahun dengan logam, saya menemukan tingkat kadar logam Chrom, Cobalt, dan Nickel yang signifikan dalam darah teknisi gigi tersebut. Logam diserap melalui inhalasi dan kulit saat bekerja membuat protesa gigi berbasis logam karena penggunaan perangkat perlindungan diri yang kurang optimal. Chrom diketahui berpotensi menyebabkan kerusakan hati, ginjal, dan pernapasan. Toksisitas Nickel, Cobalt, dan Chrom mengakibatkan stress oksidatif. Pada level logam tinggi terjadi peningkatan radikal bebas yang melebihi antioksidan pertahanan seluler, sehingga terjadi ketidak seimbangan antar oksidan dan antioksidan yang mengarah pada terjadinya stres oksidatif. Meningkatnya produksi ROS dapat memperburuk disfungsi mitokondria, sebagian karena peroksidasi (kerusakan oksidatif dari lipid). ROS bereaksi dengan molekul DNA menyebabkan modifikasi atau kerusakan struktur DNA dan ketidak-stabilan genomik, dan mempengaruhi informasi genetik yang terkandung di dalamnya. ROS menginduksi 8-OHdG memodifikasi basa DNA 8-OHdG akibat serangan radikal Hidroksil (OH) ke guanine yang memicu kerusakan DNA. Jika tidak mengalami reparasi, kerusakan akan mengarah pada terjadinya kanker dan mutagenisitas. (Referensi Journal no. 1, dan Book no. 4). Artikel tersebut terbit dalam jurnal Top Tier dan mendapat penghargaan dari Dikti) Biomarker atau penanda merupakan peristiwa biokimia, molekuler, seluler, genetik, imunologis, atau fisiologis dalam system biologis, yang bisa digunakan sebagai indikator keterpaparan, efek, dan/atau kerentanan/sensitivitas (peningkatan respons biologis individu atau subpopulasi terhadap paparan tertentu). Diharapkan seseorang tidak melampaui penanda ini sebelum tanda-tanda klinik muncul, sehingga pengobatan bisa dilakukan secara dini.

Item Type: Pidato Guru Besar
Uncontrolled Keywords: Kesehatan Lingkungan
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S2 Ilmu Kesehatan Gigi
Creators:
CreatorsNIM
Titiek Berniyanti, --
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 19 May 2026 07:33
Last Modified: 22 Jun 2026 01:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141123
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item