Daya Hambat Ekstrak Bayam Duri (Amaranthus Spinosus) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Aggregatibacter Actinomycetemcomitans

Nurul Annisa Apriliyanti, - (2022) Daya Hambat Ekstrak Bayam Duri (Amaranthus Spinosus) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Aggregatibacter Actinomycetemcomitans. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
021811133029_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (383kB)
[img] Text (BAB I)
021811133029_BAB I.pdf

Download (73kB)
[img] Text (FULLTEXT)
021811133029_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

"Latar Belakang: Periodontitis adalah penyakit inflamasi jaringan periodontal dengan prevalensi mencapai 74,1% di Indonesia. Penyebab utama periodontitis adalah interaksi antara bakteri plak gigi dan respon imun manusia. Aggregatibacter actinomycetemcomitans adalah salah satu bakteri patogen periodontal yang dapat meningkatkan respon inflamasi host dan mengakibatkan kerusakan jaringan. Terapi berupa pemberian agen antibakteri diperlukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen sehingga dapat meningkatkan kesehatan jaringan periodontal penderita periodontitis. Tujuan: Untuk mengetahui daya hambat ekstrak bayam duri (Amaranthus spinosus) terhadap pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris in vitro. Ekstraksi bayam duri dilakukan dengan metode maserasi dan kandungan metabolit sekunder ekstrak daun dan batang bayam duri dianalisis dengan analisis fitokimia secara kualitatif dan kuantitatif. Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi. Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans ditumbuhkan dalam media BHIB kemudian ditanam dalam media MHA. Ekstrak daun bayam duri dengan konsentrasi 100% hingga 1,56% digunakan sebagai variable bebas. Sampel diinkubasi dengan suhu 37?C selama 24 jam kemudian dilakukan pengukuran zona hambat. Hasil: Rata-rata diameter zona hambat bakteri pada kelompok dengan konsentrasi ekstrak 100%, 50%, dan 25% secara berturut-turut adalah 21,75 mm, 19,125 mm, dan 16,287 mm. Sedangkan pada konsentrasi ekstrak 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%, dan kontrol negatif tidak terbentuk zona hambat. Hasil analisis statistik diperoleh signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Ekstrak daun bayam duri (Amaranthus spinosus) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. "

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FKG.86-22 Nur d
Uncontrolled Keywords: Bayam duri, aktivitas antibakteri, Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Konsentrasi Hambat Minimal (KHM).
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
Nurul Annisa Apriliyanti, -NIM021811133029
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorCHIQUITA PRAHASANTI S, -NIDN0009095807
Thesis advisorLAMBANG BARGOWO, -NIDN0001058008
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 20 May 2026 00:54
Last Modified: 20 May 2026 00:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141140
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item