AYUNDA PITRA DWI INTANSARI (2022) Pengaruh Perbedaan Ukuran Partikel Dan Metode Pembuatan Tablet Terhadap Disolusi Ezetimibe. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
051811133163_HALAMAN JUDUL.pdf Download (906kB) |
|
|
Text (BAB I)
051811133163_BAB I.pdf Download (52kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
051811133163_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Ezetimibe merupakan obat yang sukar larut dengan profil disolusi yang rendah. Untuk meningkatkan kelarutan suatu obat, dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel yang juga akan meningkatkan laju disolusi. Wet beads milling adalah teknik reduksi ukuran partikel yang dapat diterapkan pada mikronisasi yang melibatkan dispersi obat dalam pelarut berbasis air. Pada penelitian ini akan dibuat mikrosuspensi ezetimibe menggunakan teknik wet beads milling untuk mendapatkan ukuran partikel yang ditargetkan 1 um. Mikrosuspensi dapat dikeringkan menggunakan freeze dryer dan dilanjutkan dengan proses pembuatan tablet dengan cara granulasi basah atau cetak langsung. Sebagai kontrol, tablet dibuat dengan bahan baku Ezetimibe yang memiliki ukuran partikel 3294,7 nm. Pada penelitian ini dilakukan uji untuk melihat pengaruh perbedaan ukuran partikel dan metode pembuatan tablet terhadap profil disolusi tablet ezetimibe. Pada hasil uji disolusi, tablet yang dibuat dari mikrosuspensi kering mampu melarutkan Ezetimibe lebih banyak dibandingkan tablet kontrol granulasi basah. Hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa pengecilan atau reduksi ukuran partikel dapat meningkatkan laju disolusi. Dalam tablet mikrosuspensi kering yang dibuat dengan pencetakan langsung, Ezetimibe yang terlarut lebih rendah daripada tablet kontrol cetak langsung. Dalam metode pembuatan tablet secara cetak langsung, tidak menunjukkan pengaruh reduksi ukuran partikel. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa metode granulasi basah mampu melarutkan Ezetimibe lebih tinggi dibandingkan dengan metode cetak langsung. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa reduksi ukuran partikel Ezetimibe hingga 929,4 nm dapat meningkatkan disolusi tablet. Namun, peningkatan disolusi juga dipengaruhi oleh metode pembuatan tablet, dimana metode granulasi basah dapat melarutkan Ezetimibe lebih baik daripada metode cetak langsung.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 204 - 23 Ayu p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ezetimibe, particle size reduction, wet granulation, direct compression, dissolution | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms | |||||||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > Ilmu Kefarmasian | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 21 May 2026 01:00 | |||||||||
| Last Modified: | 21 May 2026 01:00 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141222 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


