MUHAMMAD KHALIIM JATI KUSALA, - (2022) ANALISIS INFEKSI SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME CORONAVIRUS 2 (SARS-COV-2) PADA IKAN ZEBRA (Danio rerio) SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN SEED VIRUS VAKSIN COVID-19. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (151kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (38kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) pertama kali muncul di China dan kemudian menyebar secara sporadis ke seluruh dunia. Salah satu hewan yang banyak dijadikan hewan model dalam berbagai penelitian adalah ikan zebra (Danio rerio). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya pengembangan penelitian dalam pengembangan virus SARS-CoV-2 dan produksi benih virus vaksin COVID-19 menggunakan ikan zebra. Penelitian ini menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 dapat tumbuh dan berkembang di tubuh ikan zebra. Uji Real Time PCR (qPCR) dalam penelitian ini menunjukkan hasil positif dari infeksi yang dapat diperoleh dari lingkungan perairan dengan memberikan virus SARS-CoV-2 dalam air dengan titer virus 2,25 x 104 pfu/mL hingga 3 x 104 pfu/ mL. Selain itu virus SARS-CoV-2 juga menginfeksi langsung ke tubuh ikan zebra secara intraperitoneal dengan titer virus 6,75 x 102 sampai 9 x 102 pfu/mL sedangkan melalui gill drop dengan titer virus berkisar antara 9 x 102, pfu/ mL hingga 18 x 102 pfu/mL dapat menginfeksi ikan zebra. Infeksi virus SARS-CoV-2 dapat ditemukan di insang, hati, usus, organ reproduksi, otot, dan mata ikan zebra, melalui metode pemeriksaan imunohistokimia (IHC) menunjukkan bahwa ketiga jalur infeksi dapat memberikan persentase positif di atas 50% dari semua kelompok perlakuan. Persentase positif terbesar adalah ikan zebra yang terinfeksi melalui jalur injeksi intraperitoneal dengan titer virus mulai dari 6,75 x 102 pfu/mL dan gill drip line dengan titer virus mulai dari 9 x 102 pfu/mL yang memiliki persentase positif 100% pada semua organ diperiksa. Ringkasnya, dapat disimpulkan bahwa ikan zebra diusulkan sebagai hewan model dalam upaya pengembangan benih vaksin COVID-19.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK D.FKH.SV 02 - 23 Muh a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | SARS-CoV-2, Zebrafish, Vaccine, Infection, Immunohistochemistry | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.9 Veterinary epidemiology. Epizootiology | |||||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan > S3 Sains Veteriner | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | |||||||||
| Date Deposited: | 22 May 2026 02:25 | |||||||||
| Last Modified: | 22 May 2026 02:35 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141368 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


