Karakteristik, Penegakan Diagnosis Dan Penatalaksanaan Komprehensif Limfoma Ekstranodal Regio Oral Dan Maksilofasial

LULUK YULIANANI, - (2022) Karakteristik, Penegakan Diagnosis Dan Penatalaksanaan Komprehensif Limfoma Ekstranodal Regio Oral Dan Maksilofasial. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
021528016302-HAL JUDUL.pdf

Download (216kB)
[img] Text (BAB 1)
021528016302-BAB 1.pdf

Download (51kB)
[img] Text (FULLTEXT)
021528016302.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang Limfoma di regio oral dan maksilofasial, terutama di rongga mulut termasuk kondisi yang langka dan memiliki subtipe, karakteristik dan manifestasi yang bermacam-macam. Secara garis besar dibagi menjadi Limfoma Hodgkin (LH) dan Limfoma Non Hodgkin (LNH). Manifestasi ekstranodal di regio oral dan maksilofasial paling banyak didapatkan pada LNH dan memiliki manifestasi klinis yang mirip dengan beberapa lesi di intraoral dan sering tidak terdeteksi karena kurangnya kewaspadaan dan pengetahuan terkait entitas ini sehingga dapat terjadi kesalahan diagnosis, terapi dan kasus tidak terdokumentasi dengan baik untuk dijadikan suatu laporan kasus atau penelitian klinis Tujuan: Memberikan review dan pedoman klinis tentang karakteristik manifestasi, prosedur penegakan diagnosis dan penatalaksanaan komprehensif limfoma regio oral dan maksilofasial. Metode: Narrative Review adalah desain dari karya tulis ini dengan melakukan telaah jurnal berupa case report, serial case, studi retrospektif tentang limfoma ekstranodal dengan manifestasi regio oral dan maksilofasial. Hasil: Didapatkan 24 jurnal yang dilakukan pencarian dengan Pubmed dan google scholar yang telah dipublikasi tahun 2011 sampai 2022. Subtipe terbanyak limfoma adalah DLBCL, Plasmoblastic, T cell, Limfoma Burkitt, Marginal Zone MALT, BCL, NK-T Cell, Mantle cell, Folicular limfoma. Predileksi regio maksilofasial terbanyak di area mukosa gingiva, lidah, palatum, kelenjar parotis, tonsil, intraoseus di mandibula dan maksila. Manifestasi klinis dan keluhan berupa benjolan, disertai ulser, nyeri, gigi goyang, luka pasca ekstraksi tidak sembuh dan Benjolan di limfonodi dengan atau tanpa B simptom. Standar terapi yang dilakukan adalah Kemoterapi dan radioterapi serta evaluasi secara berkala. Kesimpulan : Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial memiliki peran penting untuk melakukan deteksi dini, penegakan diagnosis dan penatalaksanaan limfoma secara komprehensif. Insisional atau eksisional biopsi dengan pemeriksaan imunohistokimia merupakan pemeriksaan standar untuk dapat mengakakan diagnosis subtipe limfoma secara definitif sebelum melakukan rujukan kepada sejawat Bedah onkologi dan Hemato Onkologi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK Sp.FKG.BMM 01 - 23 Lul k
Uncontrolled Keywords: Limfoma, Oral, Maksilofasial, manifestasi
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > Oral and Maxilofacial Surgery (Spesialis)
Creators:
CreatorsNIM
LULUK YULIANANI, -NIM021528016302
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRM COEN PRAMONO D, -NIDN0010025405
Thesis advisorMUHAMMAD SUBHAN AMIR, --
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 29 May 2026 04:04
Last Modified: 29 May 2026 04:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141663
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item