AYU ANNAFI (2022) Penentuan Konsentrasi Minimum A-Mangostin dalam Menghambat dan Membunuh Bakteri Fusobacterium nucleatum. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133043_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133043_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang : Fusobacterium nucleatum (F. nucleatum) merupakan bakteri rongga mulut yang bersifat opportunistik dan merupakan mikroorganisme yang umum ada dalam rongga mulut. Bakteri ini memiliki keunikan yakni dapat menjadi penyebab dalam penyakit pada rongga mulut. F. nucleatum dapat merusak keseimbangan dan berubah menjadi patogen, berinteraksi dengan patogen lain dan memperparah penyakit mulut. Pembentukan biofilm F.nucleatum memerlukan adhesin.Adanya biofilm bakteri yang terbentuk akan meningkatkan kemampuan patogen F. nucleatum dalam menyebabkan timbulnya penyakit periodontal sehingga diperlukan suatu antibakteri. Kolonisasi F.nucleatum dapat menyebabkan peningkatan sitokin proinflamasi. A-mangostin terbukti memiliki aktivitas antibakterial terhadap mikroorganisme dengan menginduksi secara cepat merusak membran bakteri. Tujuan: Untuk mengetahui konsentrasi minimum A-mangostin dalam menghambat dan membunuh bakteri Fusobacterium nucleatum. Metode : Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design yang menggunakan 30 sampel dengan teknik random sampling. Terdapat 3 kelompok yakni, kelompok kontrol negatif, kontrol positif yang diberikan amoxicillin, dan kelompok perlakuan dengan 8 konsentrasi A-mangostin 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,5625%, dan 0,781%. Sampel tersebut dilakukan pengujian menggunakan metode dilusi dan dianalisis dengan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney. Hasil : Kelompok A-mangostin dengan konsentrasi 12,5% merupakan KHM, sedangkan 25% merupakan konsentrasi bunuh minimum (KBM). A-mangostin bekerja melalui proses penghancuran integritas membran sitoplasma bakteri sehingga mengakibatkan komponen sitoplasma hilang sehingga bakteri lisis. Kesimpulan: A-mangostin memiliki sifat antibakteri terhadap Fusobacterium nucleatum dengan menghambat dan membunuh Fusobacterium nucleatum . KHM A-mangostin yakni 12,5%, sedangkan 25% merupakan KBM A-mangostin.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 07:54 | |||||||||
| Last Modified: | 03 Jun 2026 07:54 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141885 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


