Mekanisme Penurunan Nyeri Ortodonti Pada Jaringan Periodontal Molar Rattus Norvegicus Pasca Pemberian Kapsaisin

Ervina Restiwulan Winoto, - (2022) Mekanisme Penurunan Nyeri Ortodonti Pada Jaringan Periodontal Molar Rattus Norvegicus Pasca Pemberian Kapsaisin. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN I)
011617017323 HALAMAN I.pdf

Download (150kB)
[img] Text (BAB I)
011617017323 BAB I.pdf

Download (56kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011617017323.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Nyeri dan rasa tidak nyaman merupakan pengalaman yang umum dirasakan pasien selama perawatan ortodonti terutama pada pemakaian peranti cekat. Nyeri selama perawatan ortodonti disebabkan karena penyaluran gaya melalui kawat busur yang menyebabkan perubahan pada jaringan periodontal menghasilkan sisi tekanan dan sisi tarikan. Tekanan ini menyebabkan pelepasan mediator inflamasi yang mengakibatkan timbulnya sensasi nyeri. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan membuktikan mekanisme penurunan nyeri ortodonti pada jaringan periodontal pasca pemberian kapsaisin. Metode: Jenis penelitian adalah true experimental dengan rancangan penelitian post test only control group design. Empat puluh dua ekor tikur Wistar (Rattus norvegicus) dibagi dalam 6 kelompok, yaitu kelompok normal (K0), kelompok kontrol negatif (KK1), kelompok plasebo (KK2), kelompok perlakuan kapsaisin 15 mg/kg (KP1), 30 mg/kg (KP2) dan 45 mg/kg (KP3) dalam suspensi olive oil 1 ml dan pengamatan selama 24 jam. Pemeriksaan immunohistokimia dilakukan untuk membandingkan ekspresi NFkB, IL-10, STAT-3, PGE2, CGRP, TRPV1 dan pemeriksaan elisa untuk membandingkan kadar PGE2, Endorphin dari masing�masing kelompok. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada ekspresi NFkB, IL-10, PGE2, STAT-3, CGRP dan TRPV1 pada kelompok KP2 dibanding dengan KK1 (p<0,05). Hasil pemeriksaan kadar PGE2 dan endorphin dengan teknik elisa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok KP1 dibanding dengan kelompok KK1 (p<0,05), dan menunjukkan rasio PGE2/endorphin yang paling kecil. Kesimpulan: penurunan nyeri akibat pergerakan gigi ortodonti bisa melalui 3 jalur, yaitu jalur inflamasi, yaitu dengan menekan NFkB, IL-10 dan PGE2; jalur saraf, dengan menekan CGRP dan TRPV1; serta jalur sistemik, yaitu secara langsung menekan PGE2 tanpa memodulasi endorphin. Kata kunci: nyeri ortodonti, kapsaisin, NFkB, IL-10, PGE2, STAT-3, CGRP, TRPV1, endorphin, jalur inlamasi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK D.FK. 09 - 23 Erv m
Uncontrolled Keywords: Nyeri Ortodonti, Kapsaisin, NFkB, IL-10, PGE2, STAT3, CGRP, TRPV1, endorphin, jalur inflamasi, jalur neural, jalur sistemik.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
R Medicine > RK Dentistry > RK520-528 Orthodontics
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S3 Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Ervina Restiwulan Winoto, -NIM011617017323
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorIDA BAGUS NARMADA, -NIP195601071981031003
Thesis advisorI KETUT SUDIANA, -NIP195507051980031005
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 04 Jun 2026 01:50
Last Modified: 04 Jun 2026 01:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141890
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item