AJI SETIA UTAMA, - (2022) Abses Otak Pada Anak Dengan Dan Tanpa Penyakit Jantung Bawaan Sianotik: Tinjauan Sistematis (Epidemiologi, Tatalaksana, Luaran Dan Komplikasi). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
011628206304-HAL JUDUL.pdf Download (189kB) |
|
|
Text (BAB 1)
011628206304-BAB 1.pdf Download (38kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011628206304.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Abses otak pada anak merupakan kondisi yang jarang terjadi, namun akibat yang ditimbulkan dapat menjadi bencana yang dapat menyebabkan kematian. Salah satu faktor risiko tersering abses otak pada anak adalah penyakit jantung sianotik kongenital dengan pirau kanan ke kiri. Peningkatan diagnosis dan perawatan pasien abses otak pada anak dengan PJB sianotik sangat diperlukan. Metode: Kami mencari studi prospektif dan retrospektif, seri kasus, dan laporan kasus yang melibatkan pasien di bawah usia 18 tahun dengan abses otak, dengan atau tanpa PJB sianotik sebagai faktor predisposisi di PubMed, Science Direct, dan Journal of Neurosurgery. Alur pencarian dilakukan sesuai dengan rekomendasi Item Pelaporan Pilihan untuk Tinjauan Sistematis dan Protokol Meta-Analisis (PRISMA). Hasil: Dari hasil pencarian ditemukan 31 referensi. Dari 31 penelitian yang ditemukan, 20 membahas abses otak pada pasien dengan PJB sianotik dan 11 penelitian membahas abses otak tanpa PJB sianotik. Pada kelompok PJB sianotik, sebagian besar pasien adalah laki-laki dengan usia rata-rata 8,8 ± 3,80 tahun, sedangkan pada kelompok tanpa PJB sianotik, pasien juga sebagian besar laki-laki dengan usia rata-rata lebih tinggi 9 ± 2,1 tahun. Manifestasi klinis serupa pada kedua kelompok, paling sering adalah demam dan sakit kepala. GCS saat masuk juga sama pada kedua kelompok, 13,9 ± 0,85 pada kelompok PJB sianotik dan 13,9 ± 0,6 pada kelompok tanpa PJB sianotik. Penatalaksanaan bedah yang paling umum dilaporkan adalah drainase burrhole pada kedua kelompok, 81% pada kelompok PJB sianotik dan 68% pada kelompok tanpa PJB sianotik. Kematian lebih tinggi pada kelompok PJB sianotik (7,8%) daripada kelompok tanpa PJB sianotik (4,3%). Kesimpulan: Abses otak pada anak dengan PJB sianotik dapat hadir dengan kondisi yang sama dengan faktor predisposisi selain PJB sianotik. Namun, pasien dengan PJB sianotik mungkin memiliki hasil yang lebih buruk dan tingkat kematian yang lebih tinggi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.BS 02 - 23 Aji a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pediatri, Abses otak, Penyakit Jantung Bawaan, Luaran | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Bedah Saraf | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | |||||||||
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 02:55 | |||||||||
| Last Modified: | 17 Jun 2026 02:55 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142557 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


