Nisful Laila, - (2023) Sukak Negara Sebagai Modal Pembiayaan Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)
|
Text (Pidato Guru Besar)
39. 14.46.PGB.FEB Gubes Nisful.pdf Download (3MB) |
Abstract
Dalam menutup orasi ini, kita dapat menyimpulkan bahwa: Sukuk Negara, sebagai instrumen keuangan syariah, telah menjadi pilar utama pembiayaan dalam APBN Indonesia. Sejak pertama kali diterbitkan pada 2008, Sukuk Negara telah mengalami perkembangan signifikan, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memajukan industri keuangan syariah. Meskipun memiliki market share yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi konvensional, Sukuk Negara berhasil mencatat pencapaian luar biasa dalam pembiayaan proyek-proyek pembangunan. Varian Sukuk, termasuk Sukuk ritel, telah membuka peluang investasi yang lebih luas dan merata di kalangan masyarakat Indonesia, memperkuat inklusi keuangan berbasis syariah. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap prinsip-prinsip keuangan Islam, mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis keuangan syariah di Indonesia. Sukuk Negara telah menjadi instrumen keuangan yang krusial dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Penerbitan Sukuk Negara sejak 2017, khususnya Green Sukuk, telah mengalokasikan dana untuk proyek-proyek berkelanjutan yang tidak hanya berkontribusi pada perlindungan lingkungan, seperti energi terbarukan dan rehabilitasi hutan, tetapi juga memberikan dampak sosial positif sesuai dengan tujuan SDGs. Sukuk Negara memiliki peran vital dalam mengatasi tantangan lingkungan, seperti perubahan iklim dan risiko bencana alam, sekaligus merespons dinamika global, termasuk dampak pandemi dan krisis geopolitik. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip keuangan syariah, Sukuk Negara Indonesia tidak hanya menjadi model yang sukses dalam pembiayaan, tetapi juga mewujudkan komitmen pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan, mengatasi periode ketidakpastian, dan memobilisasi dana untuk proyek-proyek strategis yang mendukung SDGs. Tantangan penerbitan Sukuk Negara di masa depan mencakup peningkatan kesadaran masyarakat, manajemen risiko proyek, penjualan Sukuk di pasar global, dan dominasi obligasi konvensional, serta kurangnya variasi akad yang digunakan dalam penerbitan Sukuk Negara. Peningkatan inklusivitas dan pemahaman masyarakat, manajemen risiko finansial proyek, strategi hedging untuk nilai tukar, optimalisasi variasi akad yang digunakan dalam penerbitan Sukuk Negara, kerjasama dengan sektor swasta, serta kolaborasi dengan lembaga keuangan internasional diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Sukuk Negara sebagai sumber pembangunan nasional yang berkelanjutan.
| Item Type: | Pidato Guru Besar | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sukuk negara, Modal Pembiayaan,Pembangunan berkelanjutan | ||||
| Subjects: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions | ||||
| Divisions: | Pidato Guru Besar > 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ny Wahyuni - | ||||
| Date Deposited: | 20 Jun 2026 07:19 | ||||
| Last Modified: | 20 Jun 2026 07:19 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142771 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


