Dela Dwi Alawiyah (2022) Skrining, Produksi, dan Karakterisasi Enzim Fosfatase dari Bakteri Asal Tanah Mangrove Jenu Tuban. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
081924153001 HAL I.pdf Download (557kB) |
|
|
Text (BAB 1)
081924153001BAB 1.pdf Download (355kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
081924153001.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Fosfor merupakan makronutrien utama setelah nitrogen yang dibutuhkan oleh organisme. Bakteri pelarut fosfat adalah kelompok bakteri dengan kemampuan pelarutan fosfat tidak terlalut menjadi fosfat terlarut melalui mekanisme solubilisasi fosfat inorganik oleh asam organik dan mineralisasi fosfat organik oleh enzim fosfatase. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining bakteri pelarut fosfat (BPF) asal tanah Mangrove Jenu Tuban, identifikasi spesies secara molekuler dari isolat yang menghasilkan pelarutan fosfat tertinggi, produksi enzim fosfatase, purifikasi parsial enzim fosfatase, dan karakterisasi enzim fosfatase yang dihasilkan. Skrining BPF dilakukan dengan mengukur indeks pelarutan (IP) fosfat yang dihasilkan oleh 20 isolat bakteri menggunakan media Pikovskaya Agar. Identifikasi BPF dengan IP fosfat tertinggi dilakukan secara molekuler melalui amplifikasi gen 16s rRNA dibantu dengan pengamatan morfologi makroskopis dan mikroskopis. Pengujian aktivitas enzim fosfatase dilakukan dengan metode Tabatabai dan Bremner (1969) menggunakan p – nitrofenil (p – NPP) sebagai substrat. Pengukuran konsentrasi protein menggunakan metode Lowry et al., (1951). Produksi enzim fosfatase dilakukan menggunakan media Pikovskaya Broth, dilanjutkan dengan purifikasi parsial enzim dengan presipitasi ammonium sulfat dan dialisis. Enzim hasil purifikasi parsial dilakukan karakterisasi terhadap faktor suhu, pH, penambahan ion – ion logam, dan surfaktan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat TBN13 menghasilkan IP fosfat tertinggi dengan nilai 4,89. Identifikasi secara molekuler menggunakan 16s rRNA menyatakan TBN13 adalah Bacillus cereus. Isolat B. cereus menghasilkan enzim fosfatase secara maksimum pada masa inkubasi ke 168 jam dengan penurunan pH kultur optimum sebesar 4,21 pada masa inkubasi ke 120 jam. Aktivitas fosfatase ditinjau dari tingkat kemurnian protein dimulai dari crude enzim, enzim hasil presipitasi ammonium sulfat, dan enzim hasil dialisis yaitu 60 U/ml, 70,58 U/ml, dan 82,06 U/ml. Enzim hasil purifikasi parsial menunjukkan aktivitas enzim tertinggi pada suhu 40 0C, pH 7, dengan penambahan ion logam Mg2+, dan Pb2+ sebagai aktivator dan ion logam Ca2+, Cu2+, Zn2+, Hg2+ serta surfaktan (SDS, Tween – 20, EDTA) sebagai inhibitor aktivitas enzim.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK T.FST.B.05/22 Del s | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Bacillus cereus, ekosistem mangrove, fosfatase asam, purifikasi enzim, karakterisasi enzim | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QP Physiology > QP501-801 Animal biochemistry S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology |
|||||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | |||||||||
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 08:06 | |||||||||
| Last Modified: | 23 Jun 2026 08:09 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142894 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


