ANALISIS EFEK INTERMITTENT FASTING TERHADAP PERUBAHAN JUMLAH SEL PULAU LANGERHANS PADA TIKUS YANG DIBERI DIET TINGGI KALORI

BELLINDA ZALZABILLAH TAZKIRA, - (2022) ANALISIS EFEK INTERMITTENT FASTING TERHADAP PERUBAHAN JUMLAH SEL PULAU LANGERHANS PADA TIKUS YANG DIBERI DIET TINGGI KALORI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011911133020 HALAMAN I.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
011911133020 BAB I.pdf

Download (49kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911133020.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Kebiasaan mengonsumsi kalori berlebih dapat menyebabkan resistensi insulin dan akhirnya sel beta gagal mengimbanginya. Kerusakan dan penurunan sel beta di pulau Langerhans merupakan bagian dari perkembangan diabetes tipe 2. Puasa intermiten baru-baru ini dikembangkan sebagai teknik alternatif dalam mengurangi asupan kalori yang dianggap dapat mengatasi diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh puasa intermiten terhadap jumlah sel pulau Langerhans pada tikus yang diberi diet tinggi kalori. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan desain posttest-only control group design. Jenis puasa yang digunakan adalah puasa intermiten 5:2. Awalnya, 24 ekor tikus Wistar jantan secara acak dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu kelompok tanpa puasa (K) dan dengan puasa (P). Setelah 4 minggu perlakuan, setengah dari masing-masing kelompok K dan P dikorbankan secara acak dan diberi nama K1 dan P1. Sisa tikus yang dibiarkan hidup membentuk 2 kelompok baru yaitu kelompok K2 dan P2. Namun K2 dan P2 diberikan perlakuan tambahan berupa diet tinggi kalori secara terus menerus hingga 4 minggu setelahnya. Dengan demikian, pada akhir penelitian ini terdapat 4 kelompok yang masing-masing terdiri dari 6 ekor tikus. Hasil: Tidak terdapat perbedaan jumlah sel pulau Langerhans yang bermakna antara 4 kelompok (p=0,308). Namun perubahan jumlah sel (?) pada kelompok puasa (?P) dibandingkan dengan kelompok tidak puasa (?K) setelah pemberian diet tinggi kalori menunjukkan perbedaan yang bermakna (p=0,002). Pada kelompok puasa terjadi peningkatan jumlah sel (?P=123,483±123,4). Sedangkan pemberian diet tinggi kalori pada kelompok tidak puasa menurunkan jumlah sel (?K=-72,367±50,4). Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat mencegah penurunan jumlah sel pulaiu Langerhans pada tikus yang diberi diet tinggi kalori.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 100 - 23 Bel a
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Pulau Langerhans, sel beta, puasa intermiten, diet tinggi kalori, tikus
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM214-258 Diet therapy. Dietary cookbooks
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
BELLINDA ZALZABILLAH TAZKIRA, -NIM011911133020
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorLILIK HERAWATI, -NIP197503142003122001
Thesis advisorALPHANIA RAHNIAYU, -NIP198102072008012013
Thesis advisorSUNDARI INDAH WIYASIHATI, -NIP198405282010122005
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 29 Jun 2026 07:45
Last Modified: 29 Jun 2026 07:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143216
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item