Piko Permadi Suhartono (2022) Kajian Simbol Pada Trilogi Puisi Kematian Toshi Karya Miyazawa Kenji. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
121411331009 hal i.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
121411331009 bab 1.pdf Download (511kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
121411331009.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Miyazawa Kenji merupakan salah satu penyair bebas yang populer pada masa periode awal, ketika timbul keinginan untuk membuat puisi-puisi yang berbeda dari puisi-puisi yang sudah ada atau terikat oleh aturan tertentu, seperti Waka, Haiku, dan Kanshin. Dalam menulis karya-karyanya, penyair sering kali terinspirasi dari kejadian-kejadian yang telah ia alami, antara lain terinspirasi dari kematian adiknya yang bernama Toshi. Oleh sebab itu, penyair membuat puisi-puisi yang menggambarkan tentang kejadian yang melibatkan kematian adiknya tersebut. Puisi-puisi ini dikenal dengan nama Toshi Rinjuu San-Busaku atau trilogi kematian Toshi, yang meliputi puisi Eiketsu no Asa, Matsu no Hari, dan Musei Doukoku. Di dalam puisi-puisi ini, penyair menggunakan makna atau simbol-simbol tertentu untuk mengungkapkan suasana hatinya ketika ia bersama dengan adiknya. Oleh sebab itu, untuk mengetahui makna dan simbol-simbol yang terdapat dalam puisi-puisi tersebut, diperlukan pemaknaan terhadap simbol secara lebih lanjut. Penulis menggunakan teori semiotik yang dikemukakan oleh Michael Riffaterre mengenai pemaknaan simbol, antara lain pemaknaan Heuristik dan Hermeneutik, serta mengungkapkan ketidaklangsungan ekspresi yang digunakan oleh penyair, meliputi penggantian arti (displacing of meaning), penyimpangan arti (distorting of menaning), dan penciptaan arti (creating of meaning). Hasil yang dicapai, sebagai berikut. Puisi Eiketsu no Asa, menggambarkan tentang “kenangan perpisahan” yang disimbolkan dengan dua buah mangkuk, “keindahan yang berasal dari keburukan” yang disimbolkan sebagai Mizore bercahaya yang turun dari awan mendung, “sifat rela berkorban” yang disimbolkan oleh tokoh ‘aku’ yang mengorbankan dirinya untuk memenuhi keingin Toshi, dan “keceriaan dalam kesengsaraan” yang disimbolkan dengan Toshi yang memberikan Mizore yang bercahaya kepada tokoh ‘aku’. Selanjutnya Puisi Matsu no Hari, menggambarkan tentang “kenangan tak terlupakan” yang disimbolkan dengan daun cemara, “keinginan yang kuat” yang disimbolkan dengan Toshi yang ingin merasakan suasana hutan, dan “penyesalan yang datang belakangan” yang disimbolkan oleh tokoh ‘aku’ yang menyesal setelah Toshi meninggal dunia. Kemudian puisi Musei Doukoku, menggambarkan tentang “gejolak dalam hati” yang simbolkan dengan kata Shura yang berarti pertarungan atau pertentangan, “keinginan untuk berkata, namun tak terucapkan” yang disimbolkan dengan tokoh ‘aku’ yang tidak mampu untuk berkata-kata, dan “kesedihan yang tidak bisa disembunyikan” yang disimbolkan dengan tokoh ‘aku’ yang tidak dapat menyebunyikan ekspresi wajahnya ketika melihat Toshi menderita.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK S. FIB. J. 16_22 Pik k | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hermeneutik, Heuristik, Miyazawa Kenji, Trilogi Kematian Toshi | ||||||
| Subjects: | P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1010-1525 Poetry |
||||||
| Divisions: | 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | ||||||
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 02:28 | ||||||
| Last Modified: | 02 Jul 2026 02:29 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143398 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


