Yasminia Sambac Shofie Putri Llahfi (2022) Ekspresi NRF2 sebagai Indikator Stres Oksidatif pada Ameloblastoma. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133001_HALAMAN JUDUL.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133001_BAB I.pdf Download (114kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133001_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Ameloblastoma merupakan neoplasma odontogenik epitelial agresif yang tumbuh lambat namun infiltratif secara lokal dengan berbagai varian histopatologi dan sebagian besar terjadi di mandibula. Stres oksidatif merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan antara pembentukan dan akumulasi ROS dengan kemampuan sistem biologis tubuh untuk mendetoksifikasi produk reaktifnya di dalam sel dan jaringan. NRF2 merupakan faktor transkripsi yang berperan penting dalam mengatur ekspresi enzim antioksidan dan gen sitoprotektif, yang terlibat dalam proses stres oksidatif seluler, elektrofilik dan onkogenik. Stres oksidatif menjadi salah satu faktor risiko progresivitas dan tumorigenesis berbagai kondisi keganasan salah satunya ameloblastoma. Namun, sedikit yang diketahui tentang mekanisme spesifik antara stres oksidatif dan ameloblastoma serta hubungan peran NRF2 pada patogenesis ameloblastoma. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terjadi overekspresi protein NRF2 pada ameloblastoma secara imunohistokimia. Metode: Menggunakan potongan blok parafin pasien ameloblastoma dari laboratorium PA RSUD Dr. Soetomo tahun 2016-2020, terdiri dari 7 folikular, 8 pleksiform, 10 folikular-pleksiform, dan 7 akantomatous, diberi pewarnaan IHC anti-human nrf2 antibody. Selanjutnya dilakukan pengamatan dengan mikroskop untuk melihat jaringan yang mengekspresikan NRF2. Hasil ekspresi NRF2 dianalisis dengan uji Fisher’s Exact dan Chi Square. Hasil: Ditemukan ekspresi NRF2 positif pada 25 sampel ameloblastoma, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan sampel ameloblastoma yang tidak mengekspresikan NRF2. Terdapat perbedaan yang signifikan antara ekspresi NRF2 pada mukosa rongga mulut normal dengan jaringan ameloblastoma, namun tidak ada perbedaan yang signifikan antara ekspresi NRF2 pada berbagai tipe ameloblastoma. Kesimpulan: Terjadi peningkatan ekspresi (overekspresi) NRF2 pada ameloblastoma.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 158 - 23 YAS e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ameloblastoma, NRF2, sistem KEAP1-NRF2, stres oksidatif. | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 02:51 | |||||||||
| Last Modified: | 02 Jul 2026 02:51 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143406 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


