Keterikatan Sosial Pada Masyarakat Korban Bencana Studi Pada Masyarakat Korban Bencana Tanah Longsor Di Desa Banaran, Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo

Meida Indri Safitri, - (2022) Keterikatan Sosial Pada Masyarakat Korban Bencana Studi Pada Masyarakat Korban Bencana Tanah Longsor Di Desa Banaran, Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
071511433034_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (540kB)
[img] Text (BAB I)
071511433034_BAB I.pdf

Download (357kB)
[img] Text (FULLTEXT)
071511433034_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Isu utama dalam studi ini diarahkan untuk memahami bagaimana respon masyarakat korban bencana tanah longsor desa Banaran terhadap kebijakan relokasi serta solidaritas sosial yang ada pada masyarakat korban bencaan tanah longsor desa Banaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma definisi sosial. Paradigma definisi sosial digunakan untuk mendeskripsikan secara kualitatif tentang keterikatan sosial pada masyarakat korban bencana tanah longsor desa Banaran Ponorogo. Kerangka teori yang digunakan dalam studi ini adalah teori solidaritas sosial (solidaritas mekanik) dari Emile Durkheim serta untuk melengkapi hasil penelitian ini juga di gunakan konsep sub kultur peasant dari Evertt M. Rogers. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Adapun penentuan informan menggunakan teknik purposive. Jumlah informan yang di wawancarai secara mendalam sebanyak 7 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertama, masyarakat korban bencana alam tanah longsor desa Banaran menolak untuk melakukan relokasi keluar desa Banaran karena yang pertama, adanya sifat familism (sistem kekeluargaan yang tebal) yang melekat pada mereka adanya sikap fatalism yaitu sikap pasif yang terkait dengan kepercayan (agama). Kemudian alasan yang ketiga adalah, pandangan masyarakat yang terlalu sempit terhadap dunia luar (limited view of the world). Kedua, masyarakat korban bencana alam tanah longsor desa Banaran merupakan masyarakat dengan solidaritas mekanik. Wujud nyata dari solidaritas sosial yang dilakukan oleh masyarakat korban bencana tanah longsor desa Banaran adalah aktivitas tolong menolong dan gotong royong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK S.FISIP.S.20-22 Mei k
Uncontrolled Keywords: Relokasi, solidaritas sosial, sub kultur, bencana
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1106-1171 Interpersonal relations. Social behavior
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM
Meida Indri Safitri, -NIM071511433034
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDODDY SUMBODO SINGGIH, -NIDN0028055906
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 03 Jul 2026 02:29
Last Modified: 03 Jul 2026 02:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143476
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item