Hubungan Antara Neuron Specific Enolase Dengan Kejadian Postoperative Delirium Pada Pasien Geriatriyang Menjalani Anestesi Umum

Muhammad Alvin (2022) Hubungan Antara Neuron Specific Enolase Dengan Kejadian Postoperative Delirium Pada Pasien Geriatriyang Menjalani Anestesi Umum. Other thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011628066307_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (946kB)
[img] Text (BAB I)
011628066307_BAB I.pdf

Download (128kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011628066307_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA NEURON SPECIFIC ENOLASE DENGAN KEJADIAN POSTOPERATIVE DELIRIUM PADA PASIEN GERIATRI YANG MENJALANI ANESTESI UMUM Muhammad Alvin1, Prananda Surya Airlangga2, Prihatma Kriswidyatomo2 1PPDS Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUD Dr. Soetomo - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga; 2Staf Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif - RSUD Dr. Soetomo - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Latar Belakang: Insidensi Postoperative Delirium (POD) mencapai 9—87% dan dipengaruhi oleh usia, jenis pembedahan, tigkat stress pada saat pembedahan. POD seringkali tidak atau terlambat terdeteksi dan penanganannya kurang optimal. Neuron Specific Enolase (NSE) merupakan protein yang ditemukan pada kerusakan otak, termasuk POD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara NSE dengan kejadian POD pada pasien geriatri dengan anestesi umu. Metode: Studi ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Subjek penelitian merupakan pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kejadian POD diukur menggunakan Confusion Assessment Method-ICU (CAM-ICU). Data dianalisis menggunakan Software SPSS 17.0 (SPSS Inc., Chicago, IL, USA). Hasil: Sampel berjumlah 38 orang. Terdapat peningkatan NSE pasca operasi dibandingkan pra operasi (5.19150 (2,197-23,776) mg/L dibandingkan 4,22250 (2,086-23,578) mg/L), akan tetapi perbedaan tersebut tidak bermakna(p value 0,065). Insidensi POD pada penelitian ini adalah 18,4%. Terdapat perbedaan yang bermakna antara CAM pre dan post operasi (p value 0,016). Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara NSE post operasi dengan kejadian POD pada geriatri yang menjalani operasi dengan anestesi umum. Lama anestesi dan lama operasi berhubungan dengan kejadian POD (p value 0,001 dan 0,001). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara NSE dengan kejadian POD pada pasien geriatri yang menjalani anestesi umum. Lama anestesi dan lama operasi berhubungan dengan kejadian POD. Kata Kunci: Anestesi Umum, Confusion Assessment Method-ICU, Geriatri, Neuron Specific Enolase, Postoperative Delirium.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.AR 07 - 23 Muh h
Uncontrolled Keywords: Anestesi Umum, Confusion Assessment Method-ICU, Geriatri, Neuron Specific Enolase, Postoperative Delirium.
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi
Creators:
CreatorsNIM
Muhammad AlvinNIM011628066307
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorPrananda Surya AirlanggaNIDN0023047608
Thesis advisorPrihatma KriswidyatomoUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 03 Jul 2026 03:28
Last Modified: 03 Jul 2026 03:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143489
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item