Alissya Firda Rahmadiani, -
(2026)
Intensi Menggunakan Rokok Elektrik pada Emerging Adulthood di Indonesia ditinjau dari Theory of Planned Behavior.
Repository Universitas Airlangga.
(Unpublished)
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah_Alissya Firda Rahmadiani_113221039_Intensi Menggunakan Rokok Elektrik pada Emerging Adulthood di Indonesia ditinjau dari Theory of Planned Behavior.pdf
Download (357kB)
|
Abstract
TPB menyatakan bahwa intensi seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku
menjadi determinan paling penting dan langsung yang mempengaruhi suatu aksi (Ajzen, 2005).
Konstruk TPB terdiri atas tiga komponen yang mempengaruhi intensi, yaitu attitude towards behavior,
subjective norms, dan perceived behavioral control (PBC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
peran Theory of Planned Behavior (TPB) dalam memprediksi intensi menggunakan rokok elektrik pada
emerging adulthood di Indonesia secara simultan dan parsial. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif cross-sectional dengan online survey. Partisipan penelitian berjumlah 186 orang berusia
18-25 tahun yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia. Analisis regresi dengan metode robust standard
error dilakukan menggunakan Jamovi 2.4.8.0. Alat ukur yang digunakan adalah skala konstruk TPB
yang diadaptasi dari Zhao dkk. (2019). Hasil analisis menemukan bahwa attitude towards behavior,
subjective norms dan perceived behavioral control bersama-sama dapat memprediksi intensi ( =
�
�²
0,507). Secara parsial, ditemukan bahwa hanya variabel attitude towards behavior (β = 0,611, p <
0,001) yang secara signifikan memprediksi intensi, sedangkan subjective norms (β = 0,133, p = 0,123)
dan perceived behavioral control (β = -0,002, p = 0,967) tidak signifikan dalam memprediksi intensi.
Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi positif atau negatif individu terhadap rokok elektrik lebih
dominan dalam membentuk intensi dibandingkan norma sosial atau pun persepsi kontrol.
Actions (login required)
 |
View Item |