PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BADAN PUBLIKDALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

FARISY LAZWARDI ROBBANI, - (2022) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BADAN PUBLIKDALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
032024153062 HALAMAN I.pdf

Download (375kB)
[img] Text (BAB I)
032024153062 BAB I.pdf

Download (137kB)
[img] Text (FULL TEXT)
032024153062.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Tindakan badan publik yang berimplikasi tindak pidana dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik terdapat ketidakjelasan konsep badan publik sebagai subyek hukum yang dimana kapan suatu tindak pidana dilakukan oleh orang atau pimpinan badan publik dan kapan suatu tindak pidana dilakukan oleh badan publik atas tindakannya yang berimplikasi tindak pidana berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Penelitian dalam tesis ini menggunakan salah satu tipe penelitian adalah penelitian hukum normatif. Penelitian tesis ini menggunakan tiga (3) pendekatan penelitian, yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conseptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Penelitian dianalisis dengan analisis deduktif. Karakteristik tindakan badan publik yang berimplikasi tindak pidana berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yaitu tindak pidana ini merupakan jenis tindak pidana korporasi di mana Pengurus atau kepala badan publik dengan sengaja tidak menyediakan akses informasi kepada publik informasi yang wajib disediakan dan diumumkan, yang terdiri dari informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala, informasi yang wajib diumumkan secara serta-merta, dan informasi yang wajib tersedia setiap saat. Selain itu, jika pejabat tersebut memerintahkan bawahan untuk tidak memberikan informasi, maka pejabat tesebut masuk dalam kategori pelaku tindak pidana badan publik dalam Pasal 52, pidana yang dijatuhkan berupa pidana kurungan dengan maksimum kurungan 1 (satu) tahun dan/ atau dikenakan alternatif pidana denda maksimum. Namun Pasal 52 tersebut tidak di jelaskan siapa yang akan dibebani pidana kurungan, dan juga tidak mencantumkan ketentuan pidana yang memuat apabila pidana denda sebagai alternatif pidana pokoknya tidak dilaksanakan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 T.FH 28 - 23 Far p
Uncontrolled Keywords: Pertanggungjawaban Pidana, Badan Publik, Keterbukaan Informasi Publik.
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV6001-7220.5 Criminology > HV6774-7220.5 Crimes and criminal classes
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K5000-5582 Criminal law and procedure > K5015.4-5350 Criminal law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
FARISY LAZWARDI ROBBANI, -NIM032024153062
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorTOETIK RAHAYUNINGSIH, -NIP196504101990022001
Thesis advisorMARADONA, -NIP198304192006041001
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 06 Jul 2026 07:59
Last Modified: 06 Jul 2026 07:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143581
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item