AYU GAYATRI KRISNA MURTI, - (2022) Counter-Hegemony Kelompok Transpuan Surabaya Dalam Melawan Diskriminasi Di Masa Pandemi Covid-19. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
071811433056-HAL JUDUL.pdf Download (148kB) |
|
|
Text (BAB 1)
071811433056-BAB 1.pdf Download (159kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811433056.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Semakin maraknya upaya mengadvokasi kesetaraan bagi kelompok gender diverse seperti transpuan dalam dua dekade terakhir bukan berarti menghapuskan diskriminasi sekaligus opresi yang terjaga secara struktural, terlebih lagi di Indonesia sebagai negara yang masih heteronormatif. Berlangsungnya pandemi menyebabkan transpuan mengalami sejumlah kerentanan seperti diskriminasi, tertutupnya akses dalam memperoleh pekerjaan, kehilangan tempat tinggal, dan tidak diterimanya bantuan sosial dari pemerintah. Transpuan yang sejak pertama kali memutuskan untuk bertransisi harus berhadapan dengan diskriminasi dan ketidakadilan harus melakukan perlawanan agar kelak keadilan bagi mereka untuk dapat memperoleh hak warga negara dapat terpenuhi. Adapun fokus penelitian pada studi ini bermaksud untuk menjawab bagaimana counter-hegemony yang dilakukan transpuan di Surabaya dalam memperjuangkan hak mereka selama berlangsungnya pandemi, juga kemudian menjelaskan apakah kesadaran kolektif di antara transpuan dapat mengurangi kerentanan mereka di masa pandemi. Studi ini dilakukan melalui metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan indepth interview bersama dengan 6 orang informan transpuan di Surabaya yang telah dipilih menggunakan metode snowball. Analisis pada data ini menggunakan teori Counter-Hegemony oleh Antonio Gramsci yang memberikan penjelasan pada bagaimana kelompok masyarakat subordinat akan melakukan membentuk hegemoninya sendiri dalam melawan common sense yang ditetapkan oleh kelas berkuasa. Teori Kesadaran Kolektif oleh Emile Durkheim sebagai alat analisis juga akan digunakan dalam menjelaskan mengenai adanya kesamaan tujuan dan shared experience sebagai motivasi yang membantu transpuan membentuk solidaritas dalam melalui kerentanan di masa pandemi. Berdasarkan temuan data yang diperoleh oleh peneliti menunjukkan bahwa sejak berlangsungnya pandemi ini transpuan di Surabaya memiliki tiga bentuk counter-hegemony yang terbagi ke dalam tiga tingkat, yaitu counter-hegemony pada tingkat sosial, ekonomi, dan terhadap negara. Analisis peneliti juga menemui bahwa kesadaran kolektif yang tercipta di antara transpuan dalam sebuah organisasi PERWAKOS memberikan dua manfaat yang berbeda dalam hal membantu mengurangi kerentanan. Bagi self-empowered transwomen, kesadaran kolektif saja tidak cukup dalam membantu mengurangi kerentanan di antara transpuan dalam menghadapi pandemi, namun di sisi lain unempowered transwomen menganggap bahwa kesadaran kolektif dengan motif utama ekonomi yang terbangun di PERWAKOS telah mampu mengurangi kerentanan mereka.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.S 11 - 23 Ayu c | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Transpuan; Pandemi; Counter-hegemony; Kesadaran Kolektif | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 05:48 | ||||||
| Last Modified: | 14 Jul 2026 05:48 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143926 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


