Nabilla Rachma Deasy, - and Samian, - (2026) Peran Moderasi Power Distance Orientation pada Hubungan antara Supervisor Narcissism dan Acquiescent Silence yang Dimediasi oleh Learned Helplessness. Repository Universitas Airlangga. (Unpublished)
|
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah_Nabilla Rachma Deasy_113221037.docx.pdf Download (276kB) |
Abstract
Employee voice sebagai bentuk ekspresi penyampaian pendapat tidak selalu mudah dilakukan dalam proses organisasi. Sebagian besar karyawan merasa tempat kerjanya tidak mendukung komunikasi yang jelas dan transparan. Atasan memiliki pengaruh penting dalam mengarahkan topik pembicaraan. Maka dari itu, apabila atasan mengadaptasi gaya kepemimpinan narsistik, hal ini dapat memicu munculnya acquiescent silence pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived supervisor narcissism terhadap acquiescent silence melalui learned helplessness, dan bagaimana peran power distance orientation untuk memoderasi hubungan tersebut pada karyawan. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan kuesioner online yang disebarkan melalui platform media sosial. Terkumpul 102 orang responden kuesioner. Alat ukur yang digunakan pada penelitian meliputi Perceived Supervisor Narcissism oleh Hocwarter dan Thompson, Acquiescent Silence Scale oleh Van Dyne, Ang, dan Botero, Learned Helplessness Scale oleh Quinless dan Nelson, dan Power Distance Orientation oleh Early dan Erez. Analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan PROCESS macro v.5 by Andrew F. Hayes Model 8. Hasil analisis menghasilkan temuan: (1) supervisor narcissism berhubungan positif signifikan terhadap acquiescent silence, (2) learned helplessness secara signifikan memediasi hubungan positif supervisor narcissism terhadap acquiescent silence, (3) efek moderasi power distance orientation tidak signifikan pada hubungan supervisor narcissism terhadap acquiescent silence, (4) efek moderasi power distance orientation signifikan pada hubungan supervisor narcissism terhadap acquiescent silence melalui mediasi learned helplessness. Tingkat power distance orientation tinggi dan sedang menunjukkan efek moderasi yang memperkuat pada hubungan tidak langsung. Sebaliknya tingkat power distance orientation rendah menunjukkan efek moderasi yang tidak signifikan terhadap hubungan tidak langsung. Penelitian ini menyarankan organisasi untuk mengadaptasi iklim etis dan mengembangkan penilaian kinerja atasan 360 derajat.
| Item Type: | Article | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | supervisor narcissism, acquiescent silence, learned helplessness, power distance orientation | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology |
||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Nabilla Rachma Deasy | ||||||
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:54 | ||||||
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:54 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143939 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


