Pengaruh Penggunaan Jenis Arang Yang Berbeda Terhadap Kadar Amonia Pada Budidaya Ikan Lele (Clarias Sp.) Sistem Akuaponik.

Samuel Riveld Adidharma (2019) Pengaruh Penggunaan Jenis Arang Yang Berbeda Terhadap Kadar Amonia Pada Budidaya Ikan Lele (Clarias Sp.) Sistem Akuaponik. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
104. SKRIPSI Samuel (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (147kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Laju perkembangan pembangunan mengalami peningkatan yang pesat setiap tahunnya, hal ini menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan di area budidaya salah satunya adalah berkurangnya air yang menjadi media tumbuh ikan budidaya. Selain dari lingkungan yang buruk limbah dari budidaya yang berasal dari hasil metabolisme ikan dan sisa pakan mengandung amonia. Konsentrasi amonia yang berlebih berdampak pada kualitas air yang akan menurun. Aplikasi akuaponik merupakan salah satu teknik budidaya alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Konsep dasar akuaponik adalah sisa pakan dan kotoran hasil metabolism ikan dalam air yang berpotensi menurunkan kualitas air akan dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman air. Penambahan filter yang juga berperan sebagi media tanam yang mampu menyerap kandungan amonia dalam perairan yang bersifat toksik. Penambahan filter yang juga digunakan sebagai media tanam yang baik adalah arang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan jenis arang yang terbaik terhadap kadar amonia pada budidaya ikan lele (Clarias sp.) sistem akuaponik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Parameter utama pada penelitian ini adalah kadar amonia. Untuk parameter pendukung pada penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman sawi, laju pertumbuhan pertumbuhan ikan lele, kelulushidupan ikan lele (SR), pengukuran suhu, DO, dan pH. Penelitian dibedakan dari jenis arang yang digunakan pada setiap perlakuan P0 (kontrol), P1 (arang kayu), P2 (arang batok kelapa), P3 (arang sekam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis arang sekam merupakan perlakuan terbaik. Kadar amonia selama penelitian mengalami penurunan dari 0,334 ppm menjadi 0,1232 ppm.; derajat keasamn 7,1; suhu 29,30C; oksigen terlarut 5,73 ppm; pertumbuhan sawi 5,57 cm; laju pertumbuhan spesifik ikan 0,40%; tingkat kelulushidupan 88%. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan memnunjukkan bahwa jenis arang berpengaruh terhadapa kadar amonia pada budidaya iakn lele (Clarias sp.) sistem akuaponik. Jenis arang yang terbaik pada peneltian ini adalah pada jenis arang sekam. Nilai kadar amonia pada jenis arang sekam minggu pertama o,334 ppm pada minggu keempat turun menjadi 0,1232 ppm.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1150-1231 Maritime law > K1226-1231 Marine insurance
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Kelautan
Creators:
CreatorsNIM
Samuel Riveld AdidharmaNIM141311133090
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorPrayogoNIDN0022057510
Thesis advisorDaruti Dinda NindarwiNIDN0029098301
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 21 Jul 2026 04:40
Last Modified: 21 Jul 2026 04:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144067
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item