Analisis Serum Laktat, Kejadian Acute Kidney Injury dan Terapi Cairan Intraoperatif Berbasis Goal Directed Fluid Therapy Dengan Standar Pada Operasi Laparotomi Mayor

REZKI MUHAMMAD HIDAYATULLAH, - (2022) Analisis Serum Laktat, Kejadian Acute Kidney Injury dan Terapi Cairan Intraoperatif Berbasis Goal Directed Fluid Therapy Dengan Standar Pada Operasi Laparotomi Mayor. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (260kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (35kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011628066304.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Manajemen cairan intraoperatif yang optimal merupakan hal yang sangat penting, resusitasi cairan yang kurang atau berlebih dapat menimbulkan efek berbahaya. Terapi cairan standar yang digunakan sehari-hari tidak mencerminkan status volume pasien secara akurat, sehingga pemberian cairan dapat berlebih atau kurang. Metode Goal Directed Fluid Therapy (GDFT) diyakini dapat memberikan hasil yang lebih baik karena menggunakan parameter hemodinamik yang dinamis dan spesifik. Penelitian ini manganalisis perbedaan jumlah cairan, kadar serum laktat dan kejadian Acute Kidney Injury (AKI) pada terapi kelompok GDFT dan standar. Metode: Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan merupakan radomized clinical trial. Rancangan penelitian ini adalah experimental study design. Variabel penelitian diamati kemudian diikuti selama operasi hingga 48 jam setelah operasi untuk pengambilan dan pengukuran data. Pasien terjangkau penelitian adalah pasien yang menjalani operasi laparotomi mayor elektif di GBPT RSUD Dr Soetomo. Hasil: Pemberian larutan kristaloid pada kelompok standar lebih banyak dibandingkan dengan kelompok GDFT, sedangkan pemberian larutan koloid pada kelompok standar lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok GDFT. Balans cairan intraoperatif pada kelompok standar lebih besar dibandingkan dengan kelompok GDFT. Kelompok standar memiliki kadar serum laktat post operasi lebih tinggi dibandingkan kelompok GDFT (p < 0,001). Kejadian AKI pada kelompok standar adalah 4 (18,2%) dan tidak ditemukan kejadian AKI pada kelompok GDFT. Terdapat hubungan antara peningkatan kadar serum laktat terhadap terjadinya AKI pasca operasi (r = 0,408). Kesimpulan: Kami menemukan kejadian AKI hanya terjadi pada kelompok standar disertai dengan peningkatan kadar serum laktat sebagai tanda adanya hipoperfusi jaringan lebih tinggi pada kelompok standar. Temuan tersebut menjadi pertimbangan pemilihan GDFT sebagai metode terapi cairan intraoperatif pada pasien pada operasi laparotomi mayor dengan resiko tinggi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 10 - 23 Rez a
Uncontrolled Keywords: Kadar Serum Laktat, Kejadian Acute Kidney Injury, Terapi Cairan Intraoperatif, Goal Directed Fluid Therapy (GDFT), Pasien Operasi Laparotomi Mayor
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
REZKI MUHAMMAD HIDAYATULLAH, -NIM011628066304
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorCHRISTRIJOGO SOEMARTONO WALOEJO, -NIDN8867800016
Thesis advisorBAMBANG PUJO SEMEDI, -NIDN0008027306
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 30 Jul 2026 08:23
Last Modified: 30 Jul 2026 08:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144289
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item