Made Dharma Danuega, - (2022) Transformasi Budaya Ngaben Umat Hindu di Surabaya (PHDI Sektor Wonocolo). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071411731047_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
071411731047_BAB I.pdf Download (965kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071411731047_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai faktor apa yang yang mendukung pada perubahan atau tranformasi budaya Ngaben dan bagaiamana prosesi Ngaben yang dilakukan pada masyarakat umat Hindu di Surabaya khususnya pada lokasi PHDI Sektor Wonocolo. Ngaben adalah bagian dari apa yang disebut dengan Pitra Yadnya yang berarti suatu kegiatan yang dihaturkan atau dipersembahkan kepada leluhur, Ngaben salah satu prosesi ritual yang wajib hukumnya dalam ajaran agama Hindu dilakukan bagi penerus keluarga atau keturunan terhadap orang tua maupun leluhur. Ritual Ngaben merupakan prosesi ritual yang dibuat oleh masyarakat Bali dalam melakukan Pitra Yadnya, yang dimana Ngaben merupakan bahasa lokal setempat yang diambil untuk menamai prosesi ritual tersebut yan kemudian dilakukan secara terus menerus dan dari generasi ke generasi. Pada masyarakat Hindu yang berada di Surabaya khususnya PHDI Sektor Wonocolo ini tidak dapat melakukan prosesi hal yang sama sedemikian rupa dengan apa yang ada pada asalnya. Dikarenakan lingkungan budaya yang tidak mendukung dan terbatasnya dalam berbagai aspek yang kemudian memunculkan perubahan yang tejadi pada prosesi ritual upacara Ngaben tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif, peneliti menggunakan pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Kemudian hasil temuan data dianalisis dengan menggunakan teori Perubahan Budaya yang disampaikan oleh William A. Haviland yang menjelaskan bahwa suatu kebudayaan pasti akan mengalami perubahan, banyak alasan yang dijadikan faktor adanya perubahan tersebut. faktor yang mendukung untuk berubahnya suatu kebudayaan, yaitu kebudayaan tersebut bersifat adaptif yang menuntut perubahan perilaku terhadap lingkungan. Kemudian mekanisme Perubahan Budaya adalah penemuan atau Invention terjadi apabila adanya seseorang dari kelompok atau masyarakat itu menemukan suatu hal baru, yang kemudian dapat diterima oleh anggota yang lain dari masyarakat. Hasil data yang diperoleh peneliti yakni faktor pendorong yang menjadi perubahan budaya Ngaben yang ada di Surabaya tepatnya pada PHDI Sektor Wonocolo, dan upaya apa yang dilakukan oleh umat Hindu di Surabaya guna dapat tetap melaksanakan prosesi ritual upacara Ngaben.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KK KKB S. FISIP. A. 23-22 Mad t | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Perubahan Budaya, Ngaben, dan Upaya | ||||||
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 01:39 | ||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 01:39 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144417 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


