ALFI HUSNUL NADYA, - (2022) Studi In Silico dan Hubungan Kuantitatif Sruktur-Aktivitas Senyawa Turunan Asam-O-benzoil-5-metilsalisilat sebagai Penghambat Siklooksigenase-2. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (cover)
cover.pdf Download (360kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (61kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
051811133212.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Hubungan kuantitatif stuktur-aktivitas/properti (HKSA/HKSP) dilakukan untuk merancang senyawa analgesik dari turunan asam salisilat pada reseptor COX-2 (kode PDB: 3LN1) menggunakan selekoksib sebagai pembanding. Senyawa induk asam O-benzoil-5-metilsalisilat dimodifikasi pada struktur cincin aromatik berdasarkan metode Topliss dan menggunakan reaksi substitusi asil nukleofilik untuk memperoleh 14 turunan dengan substituen yang berbeda. Modifikasi struktur berdasarkan perubahan sifat fisikokimia (hidrofobik, elektronik, sterik). Parameter hidrofobik diwakili oleh CLogP, parameter elektronik menggunakan Etot dan sterik menggunakan CMR. Parameter tersebut dihitung menggunakan ChemDraw dan Chem3D. Penelitian in silico ini bertujuan untuk memprediksi aktivitas analgesik senyawa turunan pada reseptor COX-2 melalui proses docking menggunakan Molegro Virtual Docker, prediksi ADMET menggunakan pkCSM online, dan analisis HKSA/HKSP senyawa turunan dengan regresi linier dan nonlinier menggunakan program statistik SPSS. Semua senyawa turunan diprediksi dapat diserap dengan baik di saluran cerna, terdistribusi tinggi di plasma dan memiliki kemampuan menembus sawar darah otak yang sedang. Semua turunan diprediksi bukan merupakan inhibitor CYP2D6 dan CYP3A4, senyawa tersebut diprediksi memiliki total clearance yang rendah dan bukan substrat OCT2. Pada prediksi toksisitas, berdasarkan nilai LD50 senyawa-senyawa turunan diprediksi tergolong dalam senyawa yang relatif tidak berbahaya. 3-NBM diprediksi berpotensi mutagenik dan karsinogenik. Sedangkan 3-NBM, 4-NBM, 4-TBBM, dan selekoksib diduga merupakan senyawa hepatotoksik. Tidak satu pun dari senyawa turunan memiliki aktivitas analgesik yang lebih tinggi dari selekoksib pada reseptor COX-2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan regresi linier terbaik untuk HKSP berdasarkan kriteria statistik adalah Log %HIA = 0,067 CLog P – 0,067 CMR – 0,001 Etot + 2,281.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 13 - 23 Alf s | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | QSAR, salicylic acid, in silico, celecoxib, analgesic | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica | ||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Farmasi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 08:02 | ||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 08:02 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144439 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


