DIAN GALUH MAHARANI (2022) Profil Kadar Beta-2 Mikroglobulin Serum pada Hasil Luaran Pasien Diffuse Large B Cell Lymphoma setelah Pemberian 2 Siklus RCHOP. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011628026305_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
011628026305_BAB I.pdf Download (602kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011628026305_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Angka insidensi dan mortalitas Limfoma Non Hogdkin, khususnya Diffuse Large B cell Lymphoma (DLBCL) terus meningkat beberapa dekade terakhir. Para peneliti berusaha menemukan faktor prognostik baru dengan cara mengklasifikasikan pasien DLBCL menjadi kelompok-kelompok tertentu, diantaranya berdasarkan kadar 2 mikroglobulin (B2M). Kadar B2M serum diduga dapat menentukan prognosis pasien DLBCL karena B2M bebas diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan, proliferasi dan kelangsungan hidup sel tumor melalui mekanisme tertentu. Hingga saat ini belum ada penelitian mengenai B2M sebagai penanda prognostik respon terapi RCHOP pada pasien DLBCL di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui profil kadar Beta-2 Mikroglobulin serum pada hasil luaran pasien Diffuse Large B Cell Lymphoma setelah pemberian 2 siklus RCHOP Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional prospektif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, subjek penelitian diambil adari pasien rawat inap departemen onkologi dan hematologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Oktober-Desember 2021. Hasil: Dari 18 subjek penelitian, didapatkan karakteristik median usia 61.5 tahun, laki-laki 10 subjek, LDH meningkat pada 12 subjek, lebih banyak stadium awal, status performa buruk dan tanpa keterlibatan ekstranodal. Kadar B2M 1.52 - 13.34 mg/L, median 3.08 dan ditemukan meningkat pada 13 subjek. Respons terapi pada 14 subjek dengan rincian CR 9 subjek, PR 5 subjek, SD 2 subjek dan PD 2 subjek. Kelompok B2M normal respons terapi sebanyak 3 dari 5 subjek sedangkan B2M meningkat sebanyak 11 dari 13 subjek penelitian. Kesimpulan: Penelitian ini belum dapat menyimpulkan Beta-2 mikroglobulin sebagai salah satu parameter untuk menggambarkan respons terapi pada pasien DLBCL
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PD 15 - 23 Dia p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Beta-2 microglobulin, treatment response, RCHOP, DLBCL | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 03:46 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 03:46 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144487 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


