GILANG SEPTIAN, - (2022) IDENTIFIKASI, PREVALENSI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PADA LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) YANG DIBUDIDAYAKAN PADA KERAMBA JARING APUNG (Floating Net Cage) DAN KERAMBA DASAR (Bottom Cage). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
141811535040 HALAMAN I.pdf Download (379kB) |
|
|
Text (BAB I)
141811535040 BAB I.pdf Download (43kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
141811535040.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Lobster pasir (Panulirus homarus) merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang mulai populer dan telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Hal ini disebabkan karena lobster memiliki prospek usaha yang besar serta menjadi salah satu komoditas penting dan bernilai ekonomis tinggi. Budidaya lobster kini dapat dilakukan dengan berbagai sistem diantaranya keramba jaring apung, keramba dasar dan kolam atau tambak. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pembudidaya yaitu timbulnya penyakit pada siklus budidaya lobster disebabkan oleh adanya interaksi yang tidak seimbang antara kondisi lobster, lingkungan, dan pathogen. Hal ini merupakan salah satu masalah utama pada budidaya lobster yang dapat menggangu kelangsungan hidup lobster dan juga dapat menyebabkan kematian. Penelitian mengenai infeksi ektoparasit pada Lobster pasir (Panulirus homarus) yang dibudidayakan pada keramba jaring apung (Floating net cage) dan keramba dasar (Bottom cage) bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit serta menghitung tingkat prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menginfetasi lobster pasir (Panulirus homarus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling dan metode analisis serta penyajian data menggunakan metode deskriptif. Parameter utama yang diamati dalam penelitian ini adalah jenis ektoparasit, nilai prevalensi dan intensitas lobster pasir (Panulirus homarus) yang terinfestasi ektoparasit sedangkan parameter pendukung adalah ukuran lobster. Ektoparasit yang ditemukan menginfestasi lobster pasir (Panulirus homarus) adalah Octolamis angulata. Nilai prevalensi tertinggi didapat pada budidaya menggunakan keramba jaring apung (Floating net cage) sebesar 53.3 % yang tergolong kedalam kategori Frequently (seringnya) serta nilai intensitas tertinggi didapat pada budidaya menggunakan keramba jaring apung (Floating net cage) sebesar 30.1 yaang tergolong kedalam kategori Medium (sedang). Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terhadap spesies Octolasmis berdasarkan susunan rantai DNA dan gambaran kerusakan jaringan akibat infestasi Octolasmis
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FPK.A.PDD 22 - 23 Gil i | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | sand lobster, bottom cage, floating net cage, Octolasmis angulata, prevalence and intensity | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology | |||||||||
| Divisions: | 17. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam > Akuakultur | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 07:04 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 07:04 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144504 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


