Helen Alvia Clarita, - (2022) Systematic Review Pengaruh Intervensi Latihan Fisik Terhadap Kejadian Premenstrual Syndrome Pada Wanita. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101711233025_HALAMAN JUDUL.pdf Download (619kB) |
|
|
Text (BAB I)
101711233025_BAB I.pdf Download (154kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101711233025_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, emosi, dan perilaku pada wanita usia produktif, biasanya terjadi pada fase luteal sebelum mentruasi. Sekitar 80-95% wanita usia subur mengalami premenstruasi syndrome dengan gejala yang parah hingga menggangu aktivitas harian. Hal ini terjadi akibat adanya beberapa faktor penyebab seperti perubahan hormon,status gizi dan gaya hidup. Beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh latihan fisik dalam menurunkan gejala PMS. Organisasi internasional seperti College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) menyatakan bahwa latihan fisik dapat menjadi terapi utama dalam manajemen gejala PMS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis, intensitas, frekuensi, dan durasi latihan fisik yang dapat digunakan dalam pencegahan kejadian premenstrual syndrome. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis. Pencarian literature dilakukan dengan memasukkan kata kunci (“female”) OR (“women”) AND (“exercise”) OR (“physical exercise”) AND (“premenstrual syndrome”) ke dalam 3 (tiga) database online, yaitu PubMed, Scopus, dan ScienceDirect. Berdasarkan tahapan dalan PRISMA, sebanyak 749 artikel berhasil diidentifikasi terhitung dari tahun 2017 hingga 2021. Didapatkan 12 penelitian berdasarkan kriteria inklusi untuk diikutsertakan kedalam systematic review. Hasil systematic review ini menunjukkan bahwa wanita dengan PMS memiliki gejala PMS yang lebih rendah setelah melakukan latihan fisik ringan hingga berat. Durasi minimal untuk merasakan manfaat sekitar 60 menit/minggu dalam 8 minggu atau 4 minggu 120 menit/minggu untuk latihan fisik berat, atau latihan fisik sedang minimal 60 menit/minggu selama 12 minggu atau 180 menit/minggu selama 8 minggu. Dapat disimpulkan, berbagai jenis latihan fisik dari latihan fisik ringan hingga berat memberikan manfaat kesehatan dalam mengurangi gejala PMS. Bahkan latihan fisik dibawah durasi yang direkomendasikan tetap memberikan efek positif tetapi dengan jangka waktu yang lebih lama.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM.G.07/22 Hel s | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Latihan fisik, premenstrual syndrome, durasi, tipe. | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply |
||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 01:22 | ||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 01:22 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144586 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


