ILHAM RAHMANTO, - (2022) PERBEDAAN PENGARUH TIPE LATIHAN AEROBIK, RESISTANCE, DAN KOMBINASI INTENSITAS MODERAT TERHADAP KADAR ADIPONEKTIN SERUM PADA WANITA OBESITAS USIA 20–24 TAHUN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011911133029 HALAMAN I.pdf Download (667kB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133029 BAB I.pdf Download (46kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011911133029.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Obesitas didefinisikan sebagai kondisi berat badan yang tidak proporsional terhadap tinggi badan dengan akumulasi jaringan adiposa yang berlebihan, diikuti dengan penurunan kadar adiponektin serum sebagai penanda antiinflamasi yang berperan penting dalam sensitivitas insulin. Beberapa penelitian menemukan bahwa latihan fisik, baik aerobik, resistensi, atau kombinasi (aerobik & resistensi), dapat meningkatkan kadar serum adiponektin pada individu obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan dan perbedaan kadar adiponektin serum sebelum dan sesudah intervensi latihan fisik menggunakan 3 jenis latihan berbeda pada wanita obesitas. Metode: Penelitian ini menggunakan true eksperimen design dengan randomized pretest-posttest control group design. Data karakteristik subjek (umur, BB, BH, IMT, FFM, SMM, SBP, DBP, RHR, SpO2) diukur terlebih dahulu dan telah menunjukkan keadaan awal yang sama pada setiap kelompok intervensi dan sesuai dengan kriteria inklusi. . Latihan fisik dilakukan selama 4 minggu dengan total 28 wanita obesitas berusia 20-24 tahun, masing-masing dibagi menjadi 4 kelompok, kontrol, aerobik, resistensi, dan kombinasi, dengan intensitas sedang. Sampel darah diambil sebelum dan sesudah intervensi untuk mengukur perubahan kadar adiponektin serum. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 16. Hasil: Terdapat peningkatan kadar adiponektin serum yang signifikan (p<0,05) dari pre-test ke post-test pada aerobik (10,13 ± 2,78 ng/mL vs 15,98 ± 5,23 ng/mL), resistensi (10,49 ± 2,66 ng/mL). mL vs 17,80 ± 4,35 ng/mL), dan kelompok kombinasi (10,40 ± 3,01 ng/mL vs 25,69 ± 7,15 ng/mL), dengan peningkatan terbaik terjadi pada kelompok kombinasi. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa latihan fisik khususnya kombinasi latihan aerobik dan latihan ketahanan dapat digunakan sebagai pengobatan obesitas dengan intervensi latihan fisik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 137 - 23 Ilh p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Obesity; Adiponectin; Aerobic Exercise; Resistance Exercise; Combination Exercise | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 08:09 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 08:09 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144619 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


