EMANUEL KOSAT, - (2022) Relasi Kuasa Aktor Kebijakan Penangan Pengungsi Luar Negeri di Kota Kupang dalam Perspektif Post-Strukturalis. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (Cover)
cover.pdf Download (297kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (230kB) |
|
|
Text (Full text)
072014353014.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
"Tesis ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana relasi kekuasaan lintas aktor internasional (i.e. IOM dan UNHCR), nasional (i.e Kanwil Kemenkumham NTT dan Rudenim Kupang), dan lokal (i.e Kesbangpol Kota Kupang dan Polresta Kupang Kota) dalam kerangka mengontrol dan mendisiplinkan pencari suaka/pengungsi. Berbagai aktor pada hakikatnya mempunyai ide, nilai dan keyakinan yang berbeda-beda. Dalam Peraturan Presiden No.125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri mensyaratkan ruang relasi para aktor yang juga pada saat yang sama menciptakan koordinasi dan kesenjangan konsepsi. Implikasi relasi para aktor berpretensi ambigu, pesimistis, dan ambivalensi pada pertautan kepentingan, dan antagonisme budaya. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif. Data diperoleh dari observasi dan wawancara kepada setiap aktor diantaranya, dari aktor lokal (i.e Staf Khusus Gubernur NTT, Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, dan Kepala Unit Intelkam Polresta Kupang Kota), aktor nasional (i.e Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, dan Kepala Rudenim Kota Kupang), aktor internasional (i.e Divisi IOM Kota Kupang dan Divisi UNHCR Kota Kupang), pengungsi, dan stakeholder lainnya dengan total informan berjumlah 15 orang. Data dikumpulkan menjadi data primer yaitu keterangan yang diperoleh langsung dari informan, sedangkan data sekunder yaitu dari buku, jurnal, dokumen publik, koran, internet dan data penunjang lainnya. Hasil temuan menunjukan adanya relasi kekuasaan sebagai strategi para aktor dalam penanganan problem pengungsi melalui impresi tata tertib. Oleh sebab itu, peneliti menyusun prosedur konsensus yang emansipatoris melalui percakapam yang ideal. Adapun grand teori yang digunakan sebagai pisau analisis ialah Teori Relasi Kekuasaan yang ditopang pada pencapaian prosedur Rasionalitas Komunikatif dari perspektif Habermas. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini ialah memberikan rekomendasi teoretik dan praktikal bagi para aktor dalam penanganan pengungsi. "
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 T.FISIP.KP 08 - 23 Ema r | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Power Relations, Communicative Rationality, Refugee Problem Handling | ||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3154-3370 Constitutional law > K3220 Public policy | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Kebijakan Publik | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 03:16 | ||||||
| Last Modified: | 14 Aug 2026 03:16 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144678 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


