LUCIA MIRANTI HARDIANINGWATI (2022) Hubungan Antara Keberadaan Sel Etmoid Supraorbita dan Klasifikasi Keros Dengan Derajat Letak Arteri Etmoid Anterior. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011428056303_HALAMAN JUDUL.pdf Download (5MB) |
|
|
Text (BAB I)
011428056303_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011428056303_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Cedera arteri etmoid anterior (AEA) pada tindakan bedah sinus endoskopik fungsional (BSEF) dapat menyebabkan komplikasi mayor seperti kebocoran cairan serebrospinal dan perdarahan intraorbita. Perdarahan yang terjadi akibat cedera AEA durante BSEF juga akan mengganggu lapang pandang operator dan menyamarkan landmark anatomi sehingga berisiko menimbulkan komplikasi lainnya. Letak AEA dapat berada di dalam basis kranii atau berjalan menggantung secara bebas di mesenterium, inferior dari basis kranii. Arteri etmoid anterior yang menggantung berisiko untuk cedera saat tindakan BSEF. Identifikasi letak AEA dilakukan dengan melihat landmark pada computed tomography scan (CT-scan) sinus paranasal. Landmark letak AEA yang rutin digunakan saat ini ialah keberadaan sel etmoid supraorbital (SESO) dan klasifikasi Keros, namun keakuratannya masih menjadi perdebatan bagi para ahli. Tujuan: Menjelaskan hubungan antara keberadaan sel etmoid supraorbita dan klasifikasi Keros dengan derajat letak AEA. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional retrospektif menggunakan data sekunder. Sampel berupa data DICOM CT-scan kepala fokus sinus paranasal. Data CT-scan diamati keberadaan SESO pada tiap sisi dan didapat data nominal. Selanjutnya data CT-scan dinilai tipe klasifikasi Keros dan derajat letak AEA pada tiap sisi dan didapat data ordinal. Uji korelasi yang digunakan adalah uji Mann-Whitney untuk menganalisis hubungan antara keberadaan SESO dengan klasifikasi Keros juga untuk menganalisis hubungan antara keberadaan SESO dengan derajat letak AEA. Uji korelasi untuk menganalisis hubungan antara klasifikasi Keros dengan derajat letak AEA digunakan uji Spearman’s rho. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan total sampel 54 sampel dengan rincian 15 sampel memiliki SESO dan 39 sampel tidak memiliki SESO. Hasil tipe klasifikasi Keros terbanyak tipe 2 yaitu 29 sampel (53,7%), tipe 1 yaitu 15 sampel (27,8%), dan tipe 3 yaitu 10 sampel (18,5%). Derajat letak AEA terbanyak adalah derajat 1 yaitu 29 sampel (53,7%), derajat 3 sebanyak 18 sampel (33,3%), dan paling sedikit derajat 2 yaitu 7 sampel (13%). Analisis hubungan antara keberadaan SESO dengan klasifikasi Keros didapatkan p=0,014 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna. Analisis hubungan antara keberadaan SESO dengan derajat letak AEA didapatkan p=0,000 (p < 0.05) yang berarti terdapat hubungan bermakna. Analisis hubungan antara klasifikasi Keros dengan derajat letak AEA didapatkan p=0,000 (p< 0.05) yang berarti terdapat hubungan bermakna. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara keberadaan SESO dan klasifikasi Keros dengan derajat letak arteri etmoid anterior.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.THT 05 - 23 Luc h | ||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | anterior ethmoidal artery, supraorbital ethmoid cell, Keros classification, endoscopic sinus surgery, sinusitis, health care quality. | ||||||||||||
| Subjects: | R Medicine > RF Otorhinolaryngology | ||||||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (Spesialis) | ||||||||||||
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 06:23 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Aug 2026 06:23 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145017 | ||||||||||||
| Sosial Share: | |||||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


