Deradikalisasi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Terorisme Sebagai Bentuk Penerapan Prinsip Best Interest Of The Child

Amelia Ayu Nurvita, - (2022) Deradikalisasi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Terorisme Sebagai Bentuk Penerapan Prinsip Best Interest Of The Child. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
031811133031_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (995kB)
[img] Text (BAB I)
031811133031_BAB I.pdf

Download (372kB)
[img] Text (FULLTEXT)
031811133031_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Saat ini telah bermunculan segala jenis kejahatan yang menganggu keamanan dan ketentraman masyarakat salah satunya adalah kejahatan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang (selanjutnya disebut UU Terorisme). Sepanjang Perjalanan Waktu, kejahatan Tindak Pidana Terorisme tidak hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa melainkan anak-anak dapat ikut terlibat didalamnya. Sebagai upaya dalam perlindungan khusus terhadap anak yang terlibat dalam tindak pidana terorisme, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak telah mengatur adanya sanksi pidana dan sanksi tindakan bagi anak yang telah berumur 12 (dua belas) tahun, tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang telah berkesesuaian dengan prinsip best interest of the child. Dalam UU Terorisme terdapat ancaman pidana penjara seumur hidup dan pidana mati terhadap pelaku tindak pidana terorisme, akan tetapi apabila anak sebagai pelaku terorisme maka berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Pasal 81 Ayat (6) pidana penjara terhadap anak paling lama 10 tahun. Selain itu, pemberian sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana terorisme tidak dapat dikatakan cukup melainkan disertai adanya upaya deradikalisasi terhadap pelaku tindak pidana terorisme. Deradikalisasi sebagai sanksi tindakan bertujuan untuk menghilangkan paham radikal yang bersifat preventif untuk mengembalikan pelaku terorisme ke jalan yang benar dan selalu berfikir positif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FH.126/22 Ame d
Uncontrolled Keywords: Terorisme, Hukum Pidana Anak, Perlindungan Hukum, Deradikalisasi
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K5000-5582 Criminal law and procedure > K5015.4-5350 Criminal law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
Amelia Ayu Nurvita, -NIM031811133031
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAMIRA PARIPURNA, -NIDN0013038106
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 26 Aug 2026 01:15
Last Modified: 26 Aug 2026 01:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145053
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item