Efek Penambahan Trancutaneous Auricular Vagus Nerve Stimulation (tVNS) Terhadap Kadar C-Reactive Protein Pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis

Yaniar Uzlifatin (2022) Efek Penambahan Trancutaneous Auricular Vagus Nerve Stimulation (tVNS) Terhadap Kadar C-Reactive Protein Pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
012115653071_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
012115653071_BAB I.pdf

Download (424kB)
[img] Text (FULLTEXT)
012115653071_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (18MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (NPB) kronis merupakan masalah kesehatan yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan disabilitas, menurunkan produktivitas kerja, dan kualitas hidup penderita. C-reactive protein (CRP) merupakan sitokin proinflamasi yang juga berkontribusi terhadap pengembangan NPB kronis. Peningkatan CRP berhubungan dengan penurunan ambang nyeri, kelemahan, dan penurunan fungsi pada pasien dengan NPB kronis. Pendekatan terapi pada NPB kronis bisa dilakukan dengan latihan dan pemberian modalitas fisik seperti transcutaneous auricular vagus nerve stimulation (tVNS). Latihan pada NPB berhubungan dengan perubahan kadar CRP, bergantung pada jenis dan peresepan latihan, sedangkan tVNS merupakan modalitas non-invasif yang dapat mengurangi nyeri dan menurunkan CRP melalui modulasi nyeri via nucleus raphae dan locus ceroleus, jalur hipothalamus pituitary axis, cholinergic anti inflammatory pathway, dan jalur anti-inflamasi limpa. Objektif: Menganalisis efek penambahan terapi tVNS pada terapi latihan terhadap kadar CRP pada pasien nyeri punggung bawah kronis. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Subjek penelitian terdiri dari 22 pasien nyeri punggung bawah kronis, yang terbagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (masing-masing terdiri dari 11 subjek). Kelompok perlakuan mendapatkan penambahan tVNS dengan frekuensi 25 Hz, durasi 20 menit, 5x/minggu selama 2 minggu dan terapi latihan 2x/minggu selama 2 minggu. Kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi latihan 2x/minggu selama 2 minggu. Parameter yang dievaluasi pada penelitian ini adalah kadar c-reactive protein (CRP). Pengukuran dilakukan dua kali yaitu sebelum dan setelah 2 minggu intervensi. Hasil: Tidak didapatkan penurunan kadar CRP pada kelompok perlakuan (p-value 0,075) dan kelompok kontrol (p-value 0,684), serta tidak terdapat perbedaan bermakna dari kadar CRP antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah intervensi (p-value 0,125) dan tidak terdapat perbedaan selisi (delta) kadar CRP antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p-value 0,156). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan penambahan tVNS pada terapi latihan dibandingkan dengan terapi latihan saja terhadap kadar CRP pada pasien nyeri punggung bawah kronis Kata Kunci: C-reactive protein (CRP), nyeri punggung bawah kronis, transcutaneous auricular vagus nerve stimulation (tVNS), latihan

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 80 - 23 Yan e
Uncontrolled Keywords: C-reactive protein (CRP), chronic low back pain, transcutaneous auricular vagus nerve stimulation (tVNS), exercise
Subjects: R Medicine > RD Surgery > RD701-811 Orthopedic surgery
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM930-931 Rehabilitation therapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
Yaniar UzlifatinNIM012115653071
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 26 Aug 2026 03:40
Last Modified: 26 Aug 2026 03:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145090
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item