Pengaruh Latihan Incentive Spirometry terhadap Fungsi Paru Pasca Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)

Rosa Indah Kusumawardani (2022) Pengaruh Latihan Incentive Spirometry terhadap Fungsi Paru Pasca Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
012115653170_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
012115653170_BAB I.pdf

Download (367kB)
[img] Text (FULLTEXT)
012115653170_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Pasca perawatan COVID-19 seringkali meninggalkan gejala yang menetap, bahkan hingga berbulan-bulan setelah dinyatakan bebas dari COVID-19. Rehabilitasi pulmonar direkomendasikan untuk memperbaiki fungsi paru, toleransi latihan fisik dan mengurangi kelelahan saat beraktifitas fisik pada pasien pasca COVID-19. Program latihan pernapasan dengan incentive spirometry merupakan salah satu latihan pernapasan yang mendorong pasien untuk melakukan inspirasi lambat dan dalam melalui umpan balik visual, yang terbukti aman, sederhana, efektif dalam meningkatkan fungsi paru. Obyektif: Untuk menganalisis pengaruh latihan incentive spirometry terhadap fungsi paru pasien pasca perawatan COVID-19 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2021 hingga Oktober 2022. Dua puluh pasien pasca perawatan COVID-19 yang telah dinyatakan negatif, usia 18-59 tahun, serta memiliki perangkat telekomunikasi dengan aplikasi video call, direkrut dan diacak ke dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan latihan pernapasan dengan incentive spirometry dan kelompok kontrol dengan diaphragmatic breathing. Kedua latihan dilakukan setiap hari, 5 kali sehari masing-masing 10 kali repetisi dengan jeda 15 detik, dan jarak antar latihan 1-2 jam selama 4 minggu. Pemantauan latihan dilakukan dengan metode telerehabilitasi. Tempat latihan dilakukan di tempat tinggal masing-masing subyek, latihan di supervisi 2 kali per minggu melalui video call oleh peneliti. Pengukuran fungsi paru dengan peak expiratory flow (PEF) menggunakan peak flow meter dilakukan sebelum dan setelah intervensi pada kedua kelompok. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bermakna pada fungsi paru pada kedua kelompok, kelompok kontrol (p=0,000) dan kelompok perlakuan (p=0,001). Perbandingan perubahan fungsi paru antara kedua kelompok tidak signifikan (p=0,198). Nilai effect size latihan incentive spirometry lebih baik dibandingkan latihan diaphragmatic breathing. Kesimpulan: Latihan pernapasan dengan incentive spirometry dapat menjadi alternatif terapi pada pasien pasca COVID-19.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 82 - 23 Ros p
Uncontrolled Keywords: post-COVID-19, peak expiratory flow (PEF), diaphragmatic breathing, incentive spirometry
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM930-931 Rehabilitation therapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
Rosa Indah KusumawardaniNIM012115653170
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 27 Aug 2026 04:15
Last Modified: 27 Aug 2026 04:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145153
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item